Berharap Munculnya Poros Baru, Surochim: Stop Politik Borong Rekom

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pengamat Politik UTM Surochim Abdul Salam, menyarankan agar Bacakada di Surabaya tidak memborong semua rekom partai di luar PDIP, karena kontestasi Pilwali Surabaya 2020 akan lebih semarak jika muncul lebih dari dua pasangan calon (paslon).

“Menurut pendapat saya, jika sudah cukup 10 kursi sebaiknya calon tidak perlu bernafsu memborong biar ada kesempatan bagi yang lain untuk bisa memenuhi syarat juga. Itu akan lebih baik untuk iklim demokrasi elektoral,” ucapnya kepada media ini. Minggu (19/01/2020)

Namun, kata Surochim, jika partai-partai bergabung secara alami alias sukarela maka dianggap bonus saja.

“Sejauh ini saya lihat iklim masih sehat bagi partai-partai yang harus koalisi memang segera harus membuka komunikasi untuk menjajaki peluang koalisi karena itu juga perlu waktu,” tandasnya.

Diminta pendapatnya terkait salah satu Bacakada yang belakangan berhasil meraih rekom beberapa partai, Surochim mengatakan jika hal itu wajar sekaligus normal karena untuk memenuhi persyaratan kursi pengusung.

“Namun, agar iklim Pilwali Surabaya kompetitif, sebaiknya jika sudah cukup persyaratan minimal 10 kursi lebih baik memberi kesempatan kepada calon lain agar juga bisa dapat persyaratan minimal itu, karena Pilwali surabaya akan lebih semarak kalau paslon lebih dari 2 pasang,” lanjutnya.

Menurut Surochim, ada dampak negatif strategi borong rekom karena pilihan publik terhadap paslon jadi terbatas. Head to head menjadikan iklim politik hangat potensial panas.

“Justru ini menunjukkan jika sebenarnya partai-partai nggak siap kaderisasi untuk kepemimpinan publik. Politik ‘anut grubyuk’ tidak selektif dan biasanya sulit transparan,” pungkasnya. (q cox)

Reply