PemerintahanPeristiwa

BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah 2026, Jangkau 97 Pulau Terluar Indonesia

88
×

BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah 2026, Jangkau 97 Pulau Terluar Indonesia

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara melalui distribusi Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran sah di seluruh wilayah Indonesia. Ekspedisi ini menyasar 97 pulau di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur dan geografis.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa distribusi uang di Indonesia menghadapi tantangan besar karena kondisi geografis berupa ribuan pulau yang tersebar luas. “Bank Indonesia memastikan ketersediaan Rupiah yang cukup dan layak edar di seluruh wilayah NKRI, termasuk daerah terpencil,” ujarnya.

Selain aspek distribusi, program ini juga bertujuan memperkuat kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara. Di sejumlah wilayah perbatasan, masih ditemukan penggunaan mata uang asing dalam transaksi sehari-hari, yang berpotensi melemahkan posisi Rupiah.

Karena itu, sinergi antara BI dan TNI AL dinilai krusial, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kedaulatan nasional.

Pelaksanaan ekspedisi dilakukan menggunakan kapal TNI AL, dengan titik awal keberangkatan dari Surabaya. Selain distribusi uang, kegiatan ini juga mencakup edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, serta layanan sosial lainnya.

Sejak pertama kali digelar pada 2012, program ERB telah menjangkau ratusan pulau di Indonesia. Hingga 2025, tercatat lebih dari 565 pulau telah dilayani melalui kegiatan kas keliling, dengan total nilai uang yang didistribusikan mencapai triliunan rupiah.

Pada 2026, cakupan program diperluas dengan melibatkan lebih banyak wilayah dan meningkatkan frekuensi kegiatan.

Sebagai pembuka, rangkaian ERB 2026 dimulai dari wilayah Jawa Timur pada April ini, dengan target menjangkau lima pulau, yaitu Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari dengan dukungan penuh armada laut.

BI menegaskan bahwa program ini tidak hanya soal distribusi uang, tetapi juga bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan literasi masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak, BI berharap Rupiah dapat semakin kuat sebagai simbol kedaulatan sekaligus alat pemersatu ekonomi nasional. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *