Jatim RayaPemerintahan

BI Jatim Siapkan Uang Rp23,2 Triliun Untuk Kebutuhan Ramadan Dan Idulfitri 2024

120
×

BI Jatim Siapkan Uang Rp23,2 Triliun Untuk Kebutuhan Ramadan Dan Idulfitri 2024

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Bank Indonesia Provilnsi Jawa Timur telah menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp23,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah pada momen Ramadan dan Idulfitri 2024 sebagai wujud komitmen untuk memenuhi ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPwBI ) Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, Surabaya mengatakan jumlah uang yang disiapkan untuk penukaran maupun untuk alokasi penarikan uang melalui mesin ATM pada Lebaran tahun ini meningkat 4% dibandingkan uang kartal untuk Lebaran pada 2023.

“Jumlah ULE yang disediakan ini meningkat 4,04% dibandingkan realisasi tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp22,3 triliun. Kenaikan jumlah ULE yang disiapkan ini sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan uang Rupiah sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI),” ungkapnya.

Erwin Gutawa menegaskan, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas program SERAMBI setiap tahunnya. Pada tahun ini penguatan program diantaranya adalah modernisasi armada kas keliling, penambahan fitur pada digitalisasi penukaran melalui QR code pada Aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan penukaran.

“Terhitung mulai 15 Maret hingga 5 April 2024, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jenis layanan penukaran uang Rupiah yang disediakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan perbankan. Penukaran uang dapat dilakukan di 500 titik layanan kantor bank umum yang tersebar di 13 kota/kabupaten dan juga penyediaan layanan penukaran uang Rupiah melalui Layanan Kas Keliling di lokasi-lokasi strategis seperti pasar tradisional dan modern,” katanya.

Ia menegaskan, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan perbankan akan menyelenggarakan layanan kas regular, terpadu, tematik, dan peduli mudik. “Pada tanggal 2 hingga 5 April 2024 Bank Indonesia menambah lokasi layanan penukaran di jalur mudik melalui Program BI Peduli Mudik, yang meliputi Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Bandara Juanda, serta Rest Area Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang,” katanya.

Untuk mendapatkan layanan penukaran uang Rupiah yang lebih baik melalui kas keliling dan layanan penukaran terpadu, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dulu melalui Aplikasi PINTAR.

“Kita juga lakukan layanan penukaran yang secara terpadu dengan 10 bank di Grand City Mall, dan dalam rangka mendukung momen mudik Lebaran, layanan penukaran uang juga akan berada pada titik-titik seperti rest area tol, dan hub-hub transportasi di Jatim. Mudah-mudahan BI dengan dukungan seluruh perbankan dapat menyediakan uang Rupiah agar masyarakat dapat melaksanakan Lebaran dengan baik,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan layanan kas pada momen Ramadan dan Idul Fitri dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2024 yang mengambil tema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah” yang secara resmi dilakukan Kick Off oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPwBI ) Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, Surabaya, Selasa (19/3/2024).

Erwin juga menegaskan bahwa SERAMBI 2024 juga menjadi momen Bank Indonesia untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah yang diwujudkan dengan senantiasa menyayangi Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang, dan merawat Rupiah yang dimiliki dengan baik melalui 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.

“Bangga Rupiah karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa,” katanya.

Penggunaan uang Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lanjutnya, memiliki peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara. Sementara itu, Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

“Saya juga mengimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang pada titik dan tempat yang merupakan layanan perbankan, jangan dilakukan pada oknum-oknum di pinggir jalan karena kita tidak tahu keaslian uang Rupiah tersebut, dan jumlahnya pasti tidak sesuai dengan uang yang ditukarkan,” pesannya. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *