Buku Gus Sholah Jadi Esensi Kehidupan Pesantren Di Era Modern

SURABAYA (Suarapubliknews) –Sebagai salah satu upaya mengenang sosok KH. Salahuddin Wahid, menjelang 40 hari wafatnya, diluncurkan sebuah buku bertajuk “Gus Sholah Kembali Ke Pesantren”.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir, menyebut jika keberadaan buku tersebut merupakan wujud penekanan bagaimana esensi kehidupan pesantren di era modern untuk tetap bisa berseiring dengan perkembangan zaman.

“Bukan mengikuti, tapi membawa relevansi di setiap perkembangan zaman,”katanya pada acara Mengenang 40 Hari Wafatnya dan Membaca Utuh KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di Bromo Room Hotel Santika Pandigiling Surabaya.

Almarhum Gus Sholah merupakan seorang teknokrat sejati yang tetap bisa berakar pada asalnya sebagai seorang santri. Karakter Gus Sholah tersebutlah yang dirasa Wagub Emil perlu diteladani guna membuat pesantren senantiasa relevan dalam perkembangan zaman dan teknologi.

“Beliau sangat mencintai pesantren dan juga tidak lepas dari akar keilmuannya untuk mengembangkan pondok pesantren,” tambah Emil.

Orang nomor dua Jatim itu juga menyebutkan bahwa dengan diterbitkan buku ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan antusiasme almarhum Gus Sholah selama menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.

Khususnya dalam proses-proses diskusi yang produktif, sebagai seorang teknokrat, santri bahkan politikus. Wagub Emil menyebut jika budaya ilmiah yang mengakar sebagai santri semacam inilah yang kita harapkan terus dilestarikan

“Mengasuh adalah bukan yang paling tahu, tetapi membuka cakrawala para santri untuk mau mengenal dunia dengan lebih luas,”  tuturnya.

Dirinya berharap agar tradisi semacam ini bisa terus berlanjut, seiring dengan arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan pesantren di dalam program pengembangan sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur.

Tak hanya pondok pesantren, Wagub Emil menyebut jika Pemprov Jatim akan terus mendukung segala upaya pengembangan sekolah berbasis agama lainnya melalui program Tistas yang diusung Gubernur Khofifah.

“Tahun ini tidak hanya, SMA dan SMK, tetapi juga Madrasah Aliyah akan mendapat dana Tistas,” tutupnya. (qcox, tama tama dinie)

Reply