BUMN Harus Berperan Dalam Investasi dan Ekspor

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus ikut berperan serta aktif dalam peningkatan investasi dalam negeri dan ekspor ke berbagai negara. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat semakin sengitnya perang dagang antar negara yang terjadi saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution membuka Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2018. “Dan BUMN, setelah berhasil berkiprah dan berkembang, holding juga sudah mulai lahir walaupun belum tuntas, kita ingin mereka berperan dalam peningkatan investasi dan ekspor,” katanya.

Darmin mengungkapkan, memasuki 2017 perdagangan global mulai pulih dan perekonomian juga mulai tumbuh lebih baik. Sementara pemerintah Indonesia telah menyadari sejak 2008 telah menanggalkan pasar dalam negeri. Sehingga pertumbuhan ekonomi tersebut tidak akan bisa dinikmati Indonesia secara maskimal.

“Kalau ekonomi dunia pulih, maka yang bsia mendapatkan manfaat besar adalah negara yang berorientasi ekspor. Sedangkan Indonesia adalah negara yang peranan ekspornya tidak terlalu besar. Sehingga jika ekonomi dunia pulih, maka yang dapat keuntungan banyak adalah Malaysia, negara yang kinerja ekspornya sangat besar,” paparnya.

Untuk itu, Indonesia mulai melakukan penguatan dengan menarik investasi, utamanya yang berorientasi ekspor. Sehingga fokus Indonesia di tahun lalu adalah pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan industrialisasi. Terlebih dengan setelah Amerika Serikat dan negara maju lainnya melakukan normalisasi kebijakan moneter dengan meningkatkan suku bunga.

”Jadi solusinya dengan membiarkan investasi yang berorientasi ekspor. Karen ekonomi bisa dikatakan mulai tumbuh dan berkembang jika ekspor meningkat dengan cepat. Sementara kita, impor jauh lebih besar. Neraca transaksi berjalan mengalami defisit,” lanjut Darmin.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengatakan bahwa mulai tahun depan pemerintah akan melakukan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan vokasi besar-besaran di tahun depan dan menyiapkan insentif bagi dunia usaha yang terlibat. Karena SDM menjadi kunci utama dalam menentukan daya saing suatu negara. (q cox, Tama Dinie)

Reply