JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT BYD Motor Indonesia resmi mengumumkan harga BYD M6 Dual Mode (DM) untuk pasar Indonesia. Kehadiran model terbaru ini melengkapi lini kendaraan energi baru BYD sekaligus menawarkan alternatif mobilitas yang lebih efisien di tengah meningkatnya biaya operasional kendaraan dan kenaikan harga bahan bakar.
Sebagai salah satu segmen kendaraan yang paling diminati masyarakat Indonesia, MultiPurpose Vehicle (MPV) memiliki kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan nasional.
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan kendaraan yang tidak hanya mampu mengakomodasi mobilitas keluarga dan usaha, tetapi juga menawarkan efisiensi penggunaan yang lebih baik.
Menjawab kebutuhan tersebut, BYD menghadirkan M6 DM yang mengusung teknologi Dual Mode (DM). Teknologi ini menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dengan fleksibilitas penggunaan bahan bakar sehingga memungkinkan pengguna mendapatkan pengalaman berkendara yang responsif, nyaman, dan hemat energi untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang lebih efisien semakin meningkat seiring dinamika harga energi yang terus berkembang.
“Di tengah dinamika harga energi yang terus berkembang, kami melihat kebutuhan akan solusi mobilitas nasional yang tidak hanya nyaman dan fleksibel, namun juga dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi biaya bahan bakar dalam penggunaan kendaraan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, BYD M6 DM hadir dengan harga yang semakin terjangkau sehingga lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi Dual Mode dalam aktivitas sehari-hari.
Untuk pasar Indonesia, BYD M6 DM hadir dalam dua tipe utama, yakni Classic dan Cross, dengan lima varian. Harga yang ditawarkan dimulai dari Rp298 juta hingga Rp390 juta on the road Jakarta. Varian Standard dibanderol Rp298 juta, Dynamic Rp318 juta, Advanced Rp360 juta, Superior Rp380 juta, dan Superior Captain Rp390 juta.
BYD mengklaim kendaraan ini mampu memberikan efisiensi biaya perawatan sekitar 30 persen lebih baik dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun. Efisiensi tersebut diperoleh melalui optimalisasi penggunaan tenaga listrik dan bahan bakar sesuai kebutuhan berkendara.
Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, BYD mencatat lebih dari 20 ribu masyarakat menunjukkan minat terhadap teknologi Dual Mode yang dibawa M6 DM. Antusiasme tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penerimaan pasar terhadap kendaraan energi baru yang menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas penggunaan.
Teknologi DM yang digunakan BYD mengusung filosofi G.A.S.S. atau Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Karakter tersebut diwujudkan melalui akselerasi responsif khas kendaraan listrik, kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi jalan, kenyamanan kabin yang minim getaran dan suara, serta efisiensi energi yang lebih optimal.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Indonesia memiliki karakter mobilitas yang sangat beragam sehingga membutuhkan solusi kendaraan yang mampu menjawab berbagai kebutuhan perjalanan.
“Indonesia memiliki karakteristik mobilitas yang sangat beragam, mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga perjalanan antarkota dan jarak jauh. Kehadiran teknologi DM memberikan alternatif yang semakin relevan bagi masyarakat yang ingin merasakan manfaat elektrifikasi dengan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi,” katanya.
Sebelum diluncurkan secara resmi, BYD telah melakukan berbagai uji coba kendaraan di Jakarta dan Sumatera Utara untuk memperkenalkan teknologi Dual Mode kepada masyarakat. Pengujian tersebut dilakukan pada beragam kondisi jalan, mulai dari lalu lintas perkotaan hingga rute antarkota dengan kontur dan tanjakan yang lebih menantang.
Melalui kehadiran BYD M6 DM, perusahaan berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan energi baru sekaligus mendukung percepatan transformasi mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia. (feb, tama dini)












