Cak Ipin Wabup Trenggalek Buka Suara Soal Kepergiannya ke London

SURABAYA (Suarapubliknews) – Hadir di acara rutin Pasamuan HOS Tjokroaminoto yang digelar Aliansi Pelajar Surabaya (APS) di rumah kediaman HOS Tjokroaminoto jalan Peneleh Surabaya, Wabup Trenggalek Moh Nur Arifin buka suara soal hebohnya pemberitaan soal kepergiannya selama 10 hari ke London. Sabtu (26/1/2019)

“Selama ini saya sengaja diam karena tahu apa yang dilakukan adalah salah. Apalagi ini urusan rumah tangga birokrasi sehingga tak baik jika menjadi pembicaraan publik,” kata Nur Arifin.

Nur Arifin mengaku jiri dirinya mendapat undangan beberapa kampus di London untuk bertemu dengan mahasiswa dan alumnus beberapa perguruan tinggi ternama di Eropa asal Asia khususnya Indonesia yang sukses berkarier di benua Eropa hingga saat ini.

Namun pihaknya berharap undangan resmi tersebut bisa diupayakan sebelum tahun 2019 agar dia bisa leluasa mengikutinya. Namun ternyata undangan itu baru diterima pada awal Januari 2019 dan mepet dengan jadwal pelaksanaan.

Padahal sesuai aturan, pengajuan ijin kunjungan ke luar negeri bagi pejabat publik, minimal 18 hari sebelum keberangkatan sehingga jelas tak memungkinkan waktunya.

“Saya sengaja tak ajukan ijin sebab kalau mengajukan ijin pasti harus menunggu proses jawaban dan jika nekad berangkat sebelum ijin turun, berarti menentang aturan. Makanya saya sengaja gak ijin dan menggunakan biaya pribadi, serta tahu resiko yang akan diterima,” kata sekretaris PW GP Ansor Jatim ini.

Soal kenapa dia nekad seperti itu, kata Nur Arifin karena dia sadar legacy Bupati Emil Dardak cukup berat sehingga saat meneruskan jabatan Mas Emil sebagai Bupati Trenggalek yang tinggal 2 tahun berjalan, dia butuh bekal untuk bisa melakukan akselerasi memenuhi janji-janji politik kepada masyarakat Trenggalek.

“Saya butuh itu, makanya saya tak mau kehilangan momen. Dan benar saja, disana saya bisa ketemu dengan orang-orang yang bisa menginspirasi dan mau membantu untuk kemajuan masyarakat Trenggalek yang berbasis gotong-royong,” jelas calon Bupati Trenggalek paska Emil dilantik menjadi Wagub Jatim ini.

Nur Arifin mencontohkan bertemu dengan warga Indonesia yang ahli bikin drone yang murah dan bisa difungsikan untuk membantu para nelayan terkait kondisi cuaca dan lokasi ikan saat melaut dan memantau iklim dan kondisi hutan.

“Saya juga ketemu dengan ahli solar cell dengan biayanya murah yang cocok untuk pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat yang masih tinggal di kawasan pegunungan dan perbukitan yang nantinya dikelola oleh BUMDes. Biar hasilnya nanti saya jawab dengan kerja nyata buat masyarakat,” dalihnya.

Ditambahkan Nur Arifin, kalau masuk wilayah politis itu prinsipnya dibuat enjoy (santai) saja tak usah dipikir terlalu dalam. “Saya sudah beri jawaban ke Pak Gubernur melalui Pak Sekdaprov Jatim, soal apapun sanksi yang akan diberikan saya siap menerima karena itu bagian dari resiko atas kesalahan yang harus saya terima,” kelakar pria murah senyum ini.

Ia juga menolak jika persoalan ini dikaitkan dengan masalah jelang transformasi kepemimpinan di Trenggalek. Menurut Arifin, hingga saat ini belum ada pihak-pihak yang menyarankan atau menyebut secara personal calon Wabup Trenggalek.

“Ada banyak stake holder terkait yang perlu diajak komunikasi. Bukan hanya parpol tapi juga menyangkut tanggungjawab pada konstituen juga perlu dipikirkan bahkan dikedepankan,” pungkasnya.

Sementara itu, koordinator Aliansi Pelajar Surabaya, Seno Bagaskoro menilai Cak Ipin merupakan sosok yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda khususnya kaum terpelajar. Sebab walaupun dia di DO dari kampus tapi Cak Ipin bisa berbuat nyata bagi masyarakat Trenggalek.

“Kuncinya, anak muda harus bisa mengaktivasi jadi agen buat arus baru bagi warga sekitar untuk bergerak menjadi lebih baik dan maju sehingga Indonesia super power 2045 benar-benar bisa terwujud. Cak Ipin itu sakti sebab bisa hilang juga bisa balik. Kalau kabar itu jadi heboh itu bukti banyak orang yang kangen dengan Cak Ipin,” pungkas Seno Bagaskoro. (q cox)

Berikut cuplikan rekaman wawancaranya, By putrassp:

Reply