Pemerintahan

Capaian Imunisasi Dasar Surabaya Tembus 37,23 Persen, Dinkes Optimis Target Terpenuhi

65
×

Capaian Imunisasi Dasar Surabaya Tembus 37,23 Persen, Dinkes Optimis Target Terpenuhi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan penguatan imunisasi campak untuk melindungi anak-anak dari bahaya penyakit tersebut. Langkah nyata ini, diwujudkan dengan sinergi bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani.

Bunda Rini pun ikut turun langsung meninjau pelaksanaan imunisasi di Pos PAUD Terpadu (PPT) Melati, Jl. Kejawan Lor, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, pada Rabu (6/5/2026) pagi. Kunjungan ini difokuskan pada wilayah yang memiliki angka cakupan imunisasi rendah untuk memberikan motivasi kepada orang tua. Selain di PPT Melati, imunisasi juga dilakukan di 153 kelurahan dan 31 kecamatan se-Kota Surabaya.

Dalam kunjungannya, Bunda Rini mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam imunisasi campak, khususnya bagi anak usia 3-4 tahun di tingkat PPT, seringkali datang dari kekhawatiran orang tua yang berlebihan.

“Kami melakukan pendekatan secara manusiawi dan psikologis. Kadang kendalanya adalah ibunya yang lebih heboh atau takut dibanding anaknya, sehingga anak ikut tidak tenang. Kami hadir untuk meyakinkan bahwa imunisasi ini adalah langkah preventif agar anak-anak terhindar dari penyakit yang tidak terduga,” ujar Bunda Rini.

Ia juga mengingatkan para ibu untuk lebih disiplin mengecek buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berwarna pink sebagai pedoman dalam memenuhi hak imunisasi dasar anak. Bunda Rini, bahkan menyarankan para ibu untuk memasang alarm di ponsel sebagai pengingat jadwal imunisasi.

“Jangan sampai karena kesibukan rumah tangga, hak anak untuk mendapatkan kekebalan tubuh jadi terabaikan,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan imunisasi campak sangat penting lantaran adanya temuan kasus kematian anak akibat komplikasi campak di wilayah lain. Bunda Rini menekankan bahwa meski campak sekilas terlihat seperti cacar air biasa, jika tidak dicegah, penyakit ini bisa memicu kondisi yang fatal.

“Ada informasi dari Dinas Kesehatan bahwa terdapat 17 kasus meninggal dunia (di wilayah lain). Ini membuktikan bahwa dampak campak bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Bunda Rini berpesan, agar para ibu di Kota Pahlawan yang memiliki anak usia balita dan belum melengkapi imunisasi campak maupun imunisasi dasar, segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan imunisasi tersebut.

“Saya menitipkan pesan kepada mama-mama bahwa imunisasi apapun itu penting sebagai upaya preventif untuk mencegah anak-anak terkena penyakit, yang bisa menganggu tumbuh kembangnya di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh menambahkan, hingga awal Mei 2026, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Surabaya telah menyentuh angka 37,23 persen atau sekitar 11.446 anak dari total target tahunan sebesar 30.797 anak hingga Desember mendatang.

“Secara data, progres kita sudah sesuai target bulanan. Namun, tantangan utama kami adalah tingginya mobilisasi warga, terutama di wilayah utara yang sering bepergian ke luar kota, sehingga terkadang ada sasaran yang tidak hadir saat hari pelaksanaan,” jelas dr. Billy.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dr. Billy memastikan bahwa Pemkot Surabaya siap melakukan penanganan cepat tanpa dipungut biaya.

“Jika ada reaksi pasca imunisasi, segera lapor. Petugas kami akan langsung menangani secara gratis. Jangan jadikan KIPI sebagai alasan untuk tidak mengimunisasikan anak, karena manfaat proteksinya jauh lebih besar,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *