Cetak Barista dari Anjal, Dinsos Surabaya Bakal Launching ‘Kedai Kopi Anak Negeri’

SURABAYA (Suarapubliknews) – Tak sedikit prestasi soal inovasi terkait pemberdayaan masyarakat yang diukir oleh Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial dengan berbagai programnya, terutama di bidang pendidikan untuk siswa dari keluarga tidak mampu.

Terbaru, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mulai merintis pemberdayaan anak-anak jalanan (Anjal) untuk dicetak menjadi pembuat dan penyaji kopi kepada pelanggan yang lazim dengan sebutan Barista.

“Semangatnya adalah pemberdayaan, maka kami berusaha untuk memberikan solusi kepada para anjal agar bisa menjadi pemuda yang kreatif dan mandiri, dan sekaligus bisa menciptakan peluang kerja sendiri,” ucap Supomo Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya kepada media ini. Jumat (16/09/2019)

Menurut dia, para Barista besutan Dinsos Surabaya ini nantinya akan difasilitasi berbagai alat dan perlengkapan pembuatan kopi, sekaligus juga disiapkan kedai berupa Container Box serta lokasi untuk berjualan.

“Sistem pelatihannya “learning by doing” (belajar sambil bekerja). Bahkan kami juga sudah mendapatkan dukungan dari manajemen hotel Accor group yang siap menampung para barista anjal kami untuk magang di sejumlah hotelnya,” tandasnya.

Supomo mengaku jika proses pelatihan dan pengadaan alat dan perlengkapan pembuatan kopi untuk barista anjal adalah hasil kerjasama dari berbagai pihak yang selama ini mendukung program sosial di instansinya.

“Tenaga ahli yang memberikan pelatihan adalah relawan, dan pengadaan alat dan perlengkapan pembuatan kopi bisa kami dapatkan dari CSR. Yang pasti biayanya tidak mahal, namun hasilnya cukup signifikan,” terangnya.

Kepada media ini, Supomo berharap agar program terbaru ini bisa mendapatkan dukungan dari semua pihak karena bertujuan sosial (tidak mencari keuntungan) yakni memberdayakan anjal yang berlatar belakang keluarga tidak mampu.

“Caranya mudah, cukup dengan meramaikan kedai kopi para anjal yang kami namakan kopi anak negeri. Karena dengan membeli hasil karya mereka, akan mendapat dua keuntungan sekaligus yakni mendapatkan minuman kopi yang nikmat dengan berbagai varian, juga menjadi tabungan ibadah karena membantu kaum tidak mampu,” tuturnya.

Supomo mengatakan jika pihaknya akan segera melakukan launching kopi anak negeri ini, setelah berhasil merekrut sekaligus mencetak para barista yang berlatar belakang anjal dalam jumlah yang banyak.

“Saat ini baru tiga orang, dan ini memang pilot project. Karena untuk merekrut anjal yang berminat memang tidak gampang, apalagi anjal yang berlatar belakang komunitas PUNK yang hanya berfikir soal kebebasan,” tuturnya.

Diakhir paparannya, Supomo menerangkan jika dirinya akan memulai launching kedai kopi anak negeri di area parkir Kantor Dinsos Surabaya, yang nantinya akan disusul lokasi-lokasi lain setelah dikonsultasikan dan mendapat arahan dari Wali Kota Surabaya.

“Untuk jangka pendek saya berencana membuka tiga titik, namun selanjutnya kami juga akan berusaha untuk masuk di berbagai tempat yang memungkinkan seperti di pusat-pusat perbelanjaan, hotel dll, setelah mendapatkan arahan dari Ibu Wali Kota,” pungkasnya.(q cox)

Reply