Creative Skills Training “No! Go! Tell!” : Berdayakan Mahasiswa Hadapi Kekerasan Seksual

JAKARTA (Suarapubliknews) – Kekerasan seksual kerap terjadi di lingkungan kampus, dan mahasiswa rentan menjadi korban kekerasan. Kebanyakan dari kasus-kasus kekerasan seksual tidak memberikan keadilan kepada penyintas, bahkan banyak yang tidak diselesaikan secara hukum karena sistem hukum dan perundangan di Indonesia belum berperspektif korban.

Hal ini mendorong desakan dari mahasiswa agar ada upaya untuk memastikan kampus mereka bebas dari kekerasan seksual. Sering kali akhirnya inisiatif untuk mencegah atau mengatasi kasus kekerasan seksual datang dari kelompok mahasiswa sendiri.

Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia Ratu Ommaya, mengatakan, pihaknya sangat senang melihat antusiasme dari para peserta sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan semangat advokasi yang tinggi untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu kekerasan seksual oleh mahasiswa ini, terlebih lebih karena mereka rentan akan kekerasan seksual.

Creative Skills Training sebagai bagian dari kampanye No! Go! Tell! berfokus pada dua aspek, yaitu Prevention (Pencegahan) dan Recovery (Pemulihan). Untuk aspek Prevention (Pencegahan), tujuan utamanya adalah membuat mekanisme keamanan bagi semua perempuan dan perempuan muda dalam mencegah mereka dari bahaya kekerasan seksual.

“Oleh karena itu The Body Shop® Indonesia menggandeng Magdalene sebagai media daring yang berfokus pada perempuan untuk mengedukasi masyarakat luas khususnya para mahasiswa dalam menciptakan mekanisme pencegahan dan advokasi, khususnya bagi kaum perempuan maupun remaja perempuan,” katanya.

Editor in Chief Magdalene.co Devi Asmarani, mengatakan Magdalene sebagai mitra The Body Shop® Indonesia melihat pentingnya penguatan kapasitas mahasiswa menjadi agent of change lewat pelatihan karya kreatif.

“Karena itu selain mendapatkan pelatihan skill menulis, atau memproduksi podcast atau video, kami melihat penting bagi mereka untuk mendapatkan pengetahuan dasar tentang gender dan tentang kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual, agar semua memiliki perspektif yang lebih inklusif dan berpihak pada korban,” katanya.

Program Creative Skills Training yang diikuti hampir 250 peserta ini meliputi pelatihan penulisan esai, podcast dan video pendek. Pelatihan esai difasilitasi oleh penulis Raisa Kamila, pelatihan podcast oleh Co-founder Pabrik Soeara Rakjat Rane Hafied, dan pelatihan video oleh Fauzan Mukrim dari CNN Indonesia TV. Sebelumnya pelatihan, ini para peserta diwajibkan mengikuti pelatihan Gender dan pelatihan Storytelling dan Penggunaan Data dalam Bercerita.

Pada Penutupan Creative Skills Training dan Pengumuman Pemenang Kompetisi Karya Kreatif “SSV 2: NO! GO! TELL!” juga hadir Lily Yulianti Farid (Founder and Director Makassar International Writers Festival), Rachel Amanda (Aktris), Rani Hastari (Gender Equality & Social Inclusion (GESI) Specialist Yayasan Plan International Indonesia), Diana Mayorita (Podcaster Celoteh Yori, Psikolog Klinis) dan Feby Indirani (jurnalis, penulis.).

Founder and Director Makassar International Writers Festival Lily Yulianti Farid, mengatakan upaya memberikan edukasi bagi mahasiswa merupakan salah satu strategi yang penting dijalankan selama belum ada payung hukum yang kuat untuk melindungi kita dari kekerasan seksual.

“Creative Skill Training ini diharapkan menjadi wadah edukasi dalam memperkenalkan konsep kesetaraan gender sembari terus mendorong pengesahan RUU PKS. Kami adalah bagian dari masyarakat yang akan terus bergerak bersama mewujudkan Indonesia bebas kekerasan seksual melalui kampanye ini,” katanya. (q cox, tama dinie)

Reply