Di Reses Hari Pertama Reni Astuti, Warga Sebut Ibu’e Sawunggaling

SURABAYA (Suarapubliknews) – DPRD Kota Surabaya kembali menggelar reses di daerah pemilihannya masing-masing. Ini merupakan masa reses tahun keempat masa persidangan kesatu tahun 2022. Jaring aspirasi ini dilaksanakan dalam rentang waktu hingga Rabu (19/10) pekan depan.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti pun turut mengawali reses perdananya pada Rabu (12/10). Pimpinan DPRD itu turun menyapa masyarakat di daerah Gunung Sari III, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo.

Momen menarik juga terjadi di sela-sela sesi tanya jawab reses. Salah seorang warga dalam kesempatannya mengutarakan perihal pesan dan kesannya terhadap wakil rakyat yang juga dikenal kerap blusukan tersebut.

“Kita memang butuh wakil rakyat seperti ibu untuk pengawal (aspirasi) bu,” ucap Sugiono warga Gunungsari III Gg. II itu dalam keterangannya menyampaikan usulan-usulan masyarakat yang membutuhkan realisasi.

Dirinya pun berharap hadirnya tokoh perempuan Surabaya itu ke wilayahnya dapat membantu mengawal pengajuan terkait proses perbaikan ataupun penataan kembali pembangunan kampung serta persoalan sosial ekonomi.

“Saya mohon, di momen seperti ini katakanlah secara tidak langsung bu Reni ini adalah ibu’e wong RW 9,” tambahnya diiringi tepuk tangan masyarakat. Bahkan salah seorang warga pun menimpali, “Ibu’e Sawunggaling,” sahut peserta reses lainnya.

Agenda berjalan relatif lancar dan dihadiri banyak elemen masyarakat baik tokoh masyarakat, LPMK, Ketua RT/RW, bunda-bunda PAUD, kader surabaya hebat, kader lingkungan, pengurus kegiatan keagamaan, kader lansia, pelaku UMKM hingga warga setempat.

Lebih lanjut dalam paparannya, politisi PKS itu menyampaikan terkait program-program pemerintah yang dapat diakses masyarakat, mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Ia mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat semakin meningkatkan layanan masyarakat agar lebih maksimal. Dengan kata lain, memastikan agar akses kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.

“Ojok sampe ning Surabaya onok wong tinggal di tempat yang tidak layak. Sudah tugas pemerintah untuk memenuhi hunian warga,” pungkas Reni ketika memberikan pesan perihal program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu)

Memasuki masa reses dewan tersebut, pihaknya juga membuka kanal aspirasi seluas-luasnya terkait layanan pengaduan, saran dan masukan dari rakyat untuk disampaikan bagi kemajuan Kota Surabaya.

“Harapannya, masyarakat dapat menyampaikan jika ada kesulitan atau ada yang membutuhkan bantuan, agar bisa terlayani, baik di bidang SDM maupun infrastruktur,” tuntas Reni.

Melalui hasil reses, politisi PKS itu mengemukakan persoalan yang menjadi unek-unek warga. Adapun diantaranya laporan terkait pelayanan publik, kesejahteraan, kesehatan, beasiswa pendidikan, pembangunan infrastruktur kampung, hingga kelengkapan sarpras Balai RW. “Seluruh RW di Kelurahan Sawunggaling belum mendapat bantuan komputer sebagimana RW di kelurahan lain”, tutur ketua RW sampaikan aspirasinya.

Berbagai usulan masyarakat yang telah terhimpun selama agenda reses tahap ketiga pada tahun anggaran 2022 itu nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan perencanaan pembangunan di Kota Pahlawan. (q cox)

Reply