Dinilai Mirip, Relawan Risma Dua Periode Dukung Reni Astuti Maju Pilkada

SURABAYA (Suarapubliknews) – Sosok Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya, Reni Astuti dinilai mirip dengan Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma. Hal ini diungkapkan langsung oleh Rochim Arofa, relawan Risma selama dua periode yang tergabung dalam Tim Saya Suroboyo, salah satu mesin pemenangan Risma saat maju pilkada periode lalu.

“Yang saya rasakan bersama Bu Risma dua periode ya seperti itulah sifat beliau. Apa adanya. Kesan itu juga yang saya tangkap ketika bertemu dengan Bu Reni. 90% sifatnya hampir sama semua. Tanggap dan suka turun kebawah.” Tuturnya saat ditemui pada tanggal 2 Agustus Kemarin.

“Pada pilwali 2020 ini saya mendukung Bu Reni ini serasa kayak waktu saya mendukung Bu Risma dulu.” imbuhnya

Saat ditanya apa yang membuat dirinya mendukung calon kuat pendamping Machfud Arifin tersebut, Rochim menjawab, “Bu Reni gampang turun kebawah. Kalau dimintai tolong selalu hadir dan ditepati.”

Sebagai Ketua RW 07 Kelurahan Wonokromo, ketika ada yang membutuhkan ia selalu berkomunikasi dengan Reni. Dulu ia pernah mengajukan bantuan bangku untuk sekolah yang siswanya banyak dari keluarga tidak mampu untuk 3 ruang kelas SD. Reni dengan sigap meneruskan ke Dinas Pendidikan. Kemudian juga untuk perbaikan Puskesmas Wonokromo juga difasilitasi oleh Wakil Ketua DPRD dari fraksi PKS tersebut.

Rochim menuturkan bahwa dulunya puskesmas tersebut tidak layak seperti pos kamling. Warga kalau berobat siang hari, kepanasan dan antriannya sampai meluber ke jalan. Sekarang Puskesmas Wonokromo telah berubah wajah dibangun hingga 4 lantai.

Tidak hanya itu, Kantor Kelurahan Wonokromo di masa itu juga tidak layak. Atapnya hampir ambrol. Plafonnya lubang sana sini. Kalau hujan bocor. Padahal Kelurahan adalah fasilitas umum tempat untuk melayani warga.

“Berkali-kali saya dan RW lainnya serta Pak Lurah mengusulkan untuk perbaikan tetapi belum pernah ditindaklanjuti. Saya foto kemudian saya kabari Bu Reni. Besoknya jam setengah 8 pagi bu reni mendatangi kelurahan dan selanjutnya dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya. Pak Lurah sampai melompat-lompat saking senangnya.” Kata Rochim.

Rochim juga menyebutkan bahwa Reni sering membantu warganya yang putus sekolah. Bu Risma juga begitu. Ia menceritakan pengalaman Bu Risma membantu warganya yang punya 3 orang anak. tidak punya tangan kiri tetapi punya keahlian di kelistrikan. Saat diwaduli, Bu Risma langsung bertanya, “endi areke?” dan langsung disuruh bekerja.
“Bu Reni juga begitu. Kalau ada yang kesulitan selalu turun. Saya senangnya disitu.” tutup Rochim. (q cox)

Reply