Dorong Keahlian dan Kemandirian, Gubernur Khofifah Minta Dudika Fasilitasi Magang ABK dan Serap Lulusan SLB

BATU (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  meminta Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (Dudika) di Jatim untuk ikut berkontribusi dalam memfasilitasi dan memberikan peluang bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan para lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengembangkan keterampilan yang mereka miliki.

Salah satunya melalui program magang kerja bagi para ABK. Dengan adanya program magang kerja tersebut, Khofifah berharap para siswa SLB dapat lebih siap menghadapi dunia kerja ketika lulus nanti. Selain itu, diharapkan Dudika di Jatim juga dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari lulusan SLB.

Hal ini disampaikan saat penutupan Unjuk Gelar Keterampilan Hasil Karya Anak Disabilitas serta Seminar Inklusi tingkat Provinsi Jatim Tahun 2021 di Hotel Batu Suki Kota Batu. “Dudika di Jatim baik yang tergabung dalam Apindo, Forkas maupun Kadin akan kami koordinasikan untuk ikut meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak ABK dan lulusan SLB lebih luas lagi. Dari magang ini diharapkan mereka akan tahu dunia kerja sebenarnya dan siap ketika lulus dari SLB nanti,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jatim terus mendorong pengembangan potensi dan kemandirian para ABK dan para lulusan SLB salah satunya melalui program Vokasi Istimewa. Program ini terus digencarkan untuk memfasilitasi para ABK dan lulusan SLB di Jatim agar memiliki skill atau keahlian dan terus mengembangkan potensinya agar nantinya bisa mandiri dan berdaya.

“Para ABK dan lulusan SLB ini harus terus diberikan peluang dan kesempatan untuk terus mengembangkan potensinya dan keahliannya. Melalui program vokasi istimewa ini diharapkan terbangun koneksitas lebih luas lagi bagi keahlian dan karya-karya anak-anak istimewa ini,” lanjut Gubernur Khofifah.

Selain melalui program Vokasi Istimewa, ajang Gelar Keterampilan Hasil Karya Anak Disabilitas ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong siswa pendidikan khusus penyandang disabilitas di Jatim untuk mengembangkan potensi terbaik dalam dirinya.

Dilihat dari antusiasme peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan khusus baik negeri dan swasta di Jatim ini menunjukkan bahwa potensi dan kompetensi yang ada pada siswa pendidikan khusus sebagai penyandang disabilitas, tidak kalah dengan yang lainnya.

“Para siswa ABK ini juga mampu untuk bersaing dan menghasilkan daya saing yang seimbang.  Melalui ajang ini saya yakin akan lahir generasi muda hebat dengan beragam kompetensi yang kreatif dan inovatif.  Bahwa SLB di Jatim telah melakukan inovasi, improvement dan lompatan yang luar biasa. Saya juga ingin menyampaikan pesan kepada semua bahwa jangan pernah menempatkan anak berkebutuhan khusus sebagai second class society. Jangan pernah melakukan diskriminasi terhadap ABK. Beri ruang, peluang dan kesempatan yang sama bagi ABK ini,” terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, dalam beberapa tahun ini kesadaran dan penyediaan ruang bagi anak-anak  yang istimewa ini terus meningkat. Semua ini tentunya berkat kampanye terus menerus yang digaungkan baik di tingkat global, nasional, maupun di tingkat lokal semacam ini.

“Ini tentu menjadi tren yang baik tetapi saya tetap berpesan bahwa pekerjaan kita masih panjang untuk memberikan lingkungan yang ramah dan supportif bagi mereka. Dengan lingkungan yang tepat, kita bisa lihat melalui acara hari ini, anak-anak kita yang istimewa ini bisa berkarya dan berkreasi. Dengan pendampingan yang tulus dan bersungguh-sungguh, kita bisa bersama melambungkan mimpi dan harapan mereka untuk memberi warna dalam kehidupan kita. Selamat untuk anak-anakku, Bersemangatlah, teruslah berkarya, lambungkan mimpimu setinggi langit. Bu Khofifah ada disini untuk menemani kalian menatap masa depan,” tambah Gubernur Khofifah.

Dalam kesempatan ini juga turut dilakukan peluncuran Website abkistimewa.id yang merupakan program inovasi dari Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Program ini merupakan aksi tindak lanjut dari program Vokasi Istimewa.

Abkistimewa.id merupakan website induk yang dikelola Bidang Pembinaan PK-PLK dan terintegrasi dengan website sekolah SLB se–Jatim. Dimana saat ini, SLB se-Jatim memulai proses digitalisasi pembelajaran. Nantinya website ini akan menjadi wadah berupa market place, yang memajang hasil produk Vokasi Istimewa karya siswa ABK di SLB, sehingga user bisa memilih dan bertransaksi langsung dengan siswa ataupun sekolah.

Gubernur Khofifah berharap, keberadaan website ini akan menjadi sarana untuk menyiapkan Sekolah Luar Biasa di Jatim menuju manajemen sekolah yang berbasis Digital di era 4.0. Sehingga nantinya diharapkan SLB selangkah lebih maju dan bisa menunjukkan bahwa SLB Bisa, PKLK Istimewa, Mandiri tanpa diskriminasi.

“Website ini menjadi perhatian kita kepada anak istimewa yakni siswa-siswi berkebutuhan khusus di lembaga SLB se- Jatim agar mampu mandiri tanpa diskriminasi. Harapan kita bersama, agar ke depan anak-anak Istimewa dengan kebutuhan khusus ini memiliki ketrampilan yang nantinya menjadi bekal ketika lulus dari sekolah,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply