Dr Joni Sebut Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Tinggi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ketua Gugus Tugas (Gugas) Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur (Jatim), dr. Joni Wahyuhadi menyebut, case recovery rate (CRR) atau tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Surabaya cukup tinggi dibanding case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian.

Berdasarkan data Gugas Jatim dalam sepekan terakhir hingga Sabtu (04/07), progres kesembuhan di Kota Surabaya naik dari 34,1 persen menjadi 45,6 persen. Sedangkan untuk CFR, dari 7,61 persen menjadi 7,87 persen.

“Kita lihat kesembuhannya cukup tinggi di Surabaya, bahkan dari hari ke hari terus naik. Tetapi diiringi case-nya juga naik, kematiannya juga naik. Tapi lebih tinggi kesembuhannya dari pada kematiannya,” kata dr Joni dalam acara ‘Webinar Dinamika Kebijakan Dalam Penanganan Covid-19’ yang diselenggarakan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Unair, Senin (06/07/2020).

Dalam acara webinar itu, dr Joni juga memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di Jatim. Terutama di wilayah Surabaya Raya, yakni Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya.

Menurut Dirut RSUD dr Soetomo ini, Kabupaten Sidoarjo perlu mendapat perhatian yang lebih karena tingkat kesembuhan di wilayah ini cenderung menurun. Dalam sepekan terakhir hingga Minggu (05/07), case recovery rate di Sidoarjo dari 15,89 persen turun menjadi 13,95 persen. Sedangkan CFR atau tingkat kematian mengalami penurunan dari 8,1 persen menjadi 6,31 persen.

“Sidoarjo ini perlu mendapat perhatian yang lebih, karena kesembuhannya itu cenderung menurun dan lebih kecil. Jadi cuma 13,95 persen di hari hari kemarin. Jadi, case recovery rate cenderung turun,” ungkap dr Joni.

Selain itu, dr Joni menyebut, hal ini juga terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. Dalam sepekan terakhir hingga Minggu (05/07), case recovery rate di kabupaten ini dari 13,7 persen turun menjadi 10,95 persen. Sementara untuk case fatality rate juga mengalami penurunan, dari 10,32 persen menjadi 10,25 persen.

“Kalau kita lihat ini (Kabupaten Gresik) harus betul-betul mendapat perhatian. Case recovery rate cenderung turun, kemudian kematian juga turun tapi tidak terlalu signifikan,” paparnya.

Ia menyebut, salah satu faktor yang mempengaruhi hal itu karena di Kabupaten Gresik ini banyak sekali pabrik-pabrik dan komunitas-komunitas. Apalagi, di Gresik saat ini memang hanya ada satu rumah sakit rujukan dan ini sedang dikembangkan.

“Jadi dari tiga daerah ini, fokusnya sebenarnya di Gresik yang harus dibenahi untuk sisi pelayanannya,” tandasnya.

Perlu diketahui, dalam acara Webinar itu juga dihadiri Jubir Nasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Selain itu, ada pula Rektor Unair Surabaya, Prof Dr Moh Nasih, serta para pakar dari berbagai bidang akademisi dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya Brahmana Askandar. (q cox, and)

Reply