Eks Pengurus NasDem Surabaya Deklarasi Dukung Eri-Armuji, Vinsensius Awey Desak Ketua DPD Bersikap Tegas

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kader Partai NasDem Surabaya yang beberapa personilnya pernah tercatat sebagai pengurus dengan posisi Ketua di 14 DPC (tingkat Kecamatan), mendeklarasikan diri mendukung Calon Wali Kota Eri Cahyadi – Calon Wakil Wali Kota Armudji

Suherman, mantan Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Tandes Surabaya menjelaskan, terdapat 14 DPC (kepengurusan setingkat kecamatan) yang menyatakan mendukung Eri-Armudji.

“Dari 14 kecamatan, kami yakin bisa menyumbangkan sekitar 15 ribu suara, seperti saat perolehan suara NasDem ketika Pemilu 2019 lalu di 14 kecamatan,” kata dia setelah acara deklarasi di posko pemenangan ErJi di Jalan Kutai Surabaya, Minggu (22/11/2020).

Dia menjelaskan, para mantan pengurus dan kader NasDem di akar rumput kecewa dalam proses penentuan dukungan Partai NasDem ke Calon Wali Kota Machfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman. “Tidak sesuai dengan hati nurani DPC,” ujarnya.

“Sekarang kita menatap ke depan bagaimana dukungan kita ini bisa menambah suara paslon nomor 1, sehingga bisa memenangkan paslon nomor 1, yaitu Mas Eri dan Cak Armudji,” terang Suherman.

Menurut Suherman, Eri sangat layak memimpin Surabaya karena memiliki pengalaman dan rekam jejak yang teruji. Eri mengawali karir dari bawah hingga menjadi kepala dinas, serta kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) yang mengelola berbagai perencanaan program sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur Kota Pahlawan.

“Kami menjatuhkan pilihan ke Eri Cahyadi karena kami ingin memberikan kesempatan kepada anak muda yang cerdas, smart, visioner, dan berpengalaman sebagai arsitek pembangunan Kota Surabaya,” kata Suherman.

Sementara itu, Eri Cahyadi berterima kasih mendapat dukungan dari para mantan pengurus dan kader NasDem di tingkat akar rumput di 14 kecamatan.

“Teman-teman tadi menyatakan akan melakukan kegiatan masyarakat ke bawah untuk mensosialisasikan dan sekaligus door to door ke masyarakat, sehingga menambah suara kita,” ucap Eri.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPW Nasdem Jatim Bidang Media dan Komunikasi Publik, Vinsensius Awey, mengatakan tidak ada masalah sepanjang bertindak secara perorangan dan membentuk forum tersendiri.

“Ya itu silahkan saja. Itu kan hak berpolitik mereka. Jangan seperti yang sebelumnya mengatasnamakan DPC Nasdem Kecamatan,” jawabnya saat dimintai konfirmasi media ini. Senin (23/11/2020)

Apalagi, kata Awey, sampai klaim diri mereka masih menjabat sebagai ketua DPC Nasdem Kecamatan. “Maka itu yang keliru besar sehingga kita luruskan bahwa mereka tidak lagi menjabat distruktural,” ujarnya.

Menurut Awey, partai Nasdem masih tetap solid berada digaris terdepan memenangkan paslon MAJU utk pilkada 2020 ini, maski muncul riak riak kecil seperti manuver yang dimainkan oleh segelintir orang yang dulunya mantan pengurus nasdem.

“Ya biarkan sajalah. Tidak akan berpengaruh apapun. Soal mereka klaim punya suara 15.000 ya biarkan saja. Namanya saja klaim. Setiap kali adanya penghelatan pesta demokrasi, selalu ada saja riak riak kecil segelintir orang yang mencoba kembali eksis dengan segala panggung yang ada. Itu kita maklumin lah. Biarkan sajalah, tidak akan ada pengaruhnya,” terangnya.

Namun Awey juga kembali menyarankan kepada Ketua DPD Nasdem Surabaya untuk mengambil langkah tegas terhadap mereka karena sudah terbukti melakukan aktivitas politik diluar ketentuan garis komando partai.

“Nah dalam kesempatan ini juga sikap anggota Nasdem yang tidak berjalan sesuai dengan ketentuan garis partai, bisa diberikan peringatan tertulis dan bila perlu status keanggotaan nasdem dicabut. Hal ini penting agar tdk menjd preseden buruk dikemudian hari,” imbaunya. (q cox)

Karena menurut Awey, pihaknya tidak bisa melarang mereka yang menggunakan hak politiknya untuk siapapun, semua diatur dalam UU.

“Akan tetapi karena mereka bagian dari partai tentu ada ketentuan yang diatur sebagaimana mestinya. Kurang etis bila satu sisi mereka adalah anggota partai namun sisi lain tidak patuh pada ketentuan partai. Jadi dalam hal ini ketua DPD Nasdem Surabaya harus memanggil mereka dan memberikan sanksi yg berlaku sebagai mana mestinya,” pungkasnya. (q cox)

Reply