Gelar Acara Jaring Aspirasi, Legislator Gerindra Surabaya Panen Keluhan Masyarakat

Gelar Acara Jaring Aspirasi, Legislator Gerindra Surabaya Panen Keluhan Masyarakat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Warga terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19), ternyata masih harus dihadapkan ke persoalan lain jika harus WFH apalagi menjalani karantina.

Temuan itu disampaikan oleh Hj. Luthfiyah, S.Psi., Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya saat melaksanakan kegiatan reses (jaring aspirasi) yang mengatakan bahwa mayoritas masyarakat menunggu bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah.

“Seperti kepala keluarga yang dikarantina karena Covid 19. Otomatis Dia tak bisa bekerja, lalu biaya untuk menghidupi keluarganya dari mana ?” Ungkap Luthfiyah. Senin (22/6/2020).

Selain itu, legislator perempuan Partai Gerindra ini juga menyampaikan, bahwa masih banyak ditemukan masyarakat berkerumun. Yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan..

“Sudah berkerumun tidak pakai masker. Seolah-olah tidak ada apa – apa. Padahal seharusnya mereka menyadari bahwa virus corona masih menyebar dan berbahaya. Semestinya mereka tetap menjaga jarak dan harus pakai masker,” terang Luthfiyah.

Untuk itu, Lutfiyah memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi guna memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

“Termasuk mendata ulang siapa-siapa yang belum tersentuh bantuan. Sebab dilapangan masih ada kesenjangan. Ada yang sudah dapat bantuan dua kali, namun ada yang belum dapat bantuan sama sekali, padahal jelas mereka adalah masyarakat Kota Surabaya yang terdampak Covid -19 ini,” pungkasnya. (q cox)

Reply