Gelar Khataman Online Bersama 60 Ibu-ibu, Reni Astuti: Selain Ikhtiar dan Berdoa, Kita Harus Saling Menguatkan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Menerapkan physical distancing dan himbauan beraktivitas di rumah saja, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti memanfaatkan hari libur Minggu ini dengan melakukan khataman Al-Qur’an.

Berbeda dengan khataman rutin yang biasanya di rumah jama’ah sebelumnya, kali ini khataman diadakan di rumah masing-masing dalam waktu serentak. Agar suasana khataman terasa, digunakanlah videokonferensi melalui aplikasi zoom.

“Sebagai bentuk perkuat doa dan perbanyak membaca Al Qur’an di masa pandemi Qorona khataman berjamaah bisa tetap dilakukan, khatamannya via zoom. Alhamdulillah tidak mengurangi kekhusyu’an,” ujar Reni. Minggu (12/04/2020)

Dipimpin oleh Ustadzah Lina di Kenjeran, sekitar 60 anggota jama’ah ibu-ibu mengikuti khataman online melalui aplikasi zoom yang masing-masing membaca Al-Qur’an yang menjadi bagiannya, sehingga jika digabungkan menjadi lengkap 30 juz.

Reni menyampaikan, justru di saat seperti ini kedekatan dengan Allah Yang Maha Kuasa harus selalu dijaga. Selain ikhtiar kita sebagai manusia melalui berbagai upaya pencegahan dan penanganan, pertama tentu kita bertawakkal kepada Allah atas terjadinya wabah ini.

“Insya Allah kita akan dikeluarkan dari wabah ini dengan selamat,” kata politisi perempuan PKS yang saat ini berstatus Bacawali Surabaya 2020 ini.

Menurut Reni, di masa pandemi seperti sekarang sebaiknya saling menguatkan. Maka perlu sering juga masyarakat mendapatkan tausiyah, mauizhah hasanah dari para ulama’, para kyai, para ustadz dan ustadzah. Agar mental tetap kuat dan optimis menghadapi berbagai dampak yang mungkin muncul.

Di akhir khataman, selain do’a Khotmil Qur’an, Reni didaulat memimpin do’a agar terhindar dari wabah, dan supaya wabah ini cepat berlalu, Reni merencanakan khataman online ini akan dirutinkan di beberapa jamaah pengajian Ibu-ibu.

“Semakin banyak tentu semakin baik. Karena Al-Qur’an itu kan Asy-Syifa’ li maa fishshudur, obat bagi yang di dalam hati. Kalau ngaji hati kita bisa tenang. Tidak panik. Sehingga tindakan kita bisa tepat dalam menghadapi kondisi sekarang. Apalagi akan masuk bulan Ramadhan. Tradisi masyarakat kita kan khataman lebih dari sekali. Ini jangan sampai hilang,” pungkas Legislator PKS Surabaya tiga periode ini. (q cox)

Reply