Gubernur Jatim Khofifah : Bosan WFH, Work From Hotel Saja

SURABAYA (Suarapubliknews) – Sejak status darurat COVID-19, banyak perusahaan yang menerapkan Work From Home (bekerja dari rumah). Hal ini tentu membosankan untuk sebagian orang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan warganya yang bosan melakukan karantina mandiri di rumah menjadi work from hotel. “Kalau kemarin sudah 14 hari work from home. Mungkin boring, kemudian mencari format dengan work from hotel misalnya,” katanya.

Pasalnya di Jatim banyak promo hotel yang menyediakan paket karantina 14 hari di musim pandemi virus corona ini.

“Harga ini sebetulnya jauh dari harga komersial yang biasanya jadi tarif normal di hotel-hotel ini. Saya ingin menyampaikan bahwa ini akan menjadi opsi bagi mereka yang terkonversi negatif tapi masih ingin relaksasi di hotel-hotel ini,” lanjut khofifah.

Banyak hotel yang memilih tutup di masa pandemi dan memilih merumahkan karyawannya. Untuk itu, Khofifah ingin seluruh pihak bisa bergotong-royong dan saling membantu.

“Ini adalah format kegotong-royongan yang saya temukan. Kami ingin memberikan apresiasi bagi siapa saja yang ingin memberikan support bagi mereka yang terdampak Covid-19,” lanjutnya.

Tak hanya itu, menyebut pilihan work from hotel ini juga bisa dimanfaatkan bagi para pasien positif Covid 19 yang sudah sembuh. Hal ini sekaligus menjadi salah satu opsi relaksasi untuk mengembalikan kondisi psikologisnya usai diisolasi dan mendapatkan perawatan di RS.

Artinya mungkin di antara mereka yang sudah terkonfirmasi negatif, tetapi mereka ingin melakukan semacam relaksasi atau ingin beristirahat di hotel misalnya.

“Sudah ada terkonfirmasi dari beberapa hotel. Saya ingin menyampaikan bahwa ini akan menjadi opsi bagi mereka yang terkonversi negatif, tapi masih ingin relaksasi di hotel-hotel ini,” papar Khofifah.

Sementara itu data Positif, PDP, dan ODP di Jawa Timur terus bertambah. Demikian data Covid-19 yang di-update Pemerintah Provinsi Jatim. Jumlah pasien positif Covid 19 kini menjadi 267 orang. Sebab sehari sebelumnya ada 256 yang positif. Jadi ada tambahan 11 orang.

“Sebelas orang tersebut rinciannya 1 dari Kabupaten Probolinggo, 2 dari Kabupaten Lumajang, 7 Kabupaten Pasuruan dan 1 Kabupaten Jember,” terang Gubernur Jatim Khofifah.

Selain kenaikan pasien positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) telah mencapai 1.394 yang sebelumnya 1.333. Berarti ada kenaikan 61 kasus. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) naik dari 13.006 menjadi 13.658. Jadi ada tambahan 652 orang.

Namun demikian, ada pasien yang juga sembuh. “Alhamdulillah ada 2 orang yang sembuh yakni 1 dari Kota Batu dan 1 dari Kota Surabaya. Jadi total yang sembuh 65 atau setara 24,33 persen. sementara 4 orang yang meninggal. Jadi total 26 meninggal atau setara 9,73 persen,” jelasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply