Jatim RayaPemerintahanPeristiwa

Gubernur Khofifah Lepas Parade VW Sumpah Pemuda Se-Jawa Bali di Blitar

84
×

Gubernur Khofifah Lepas Parade VW Sumpah Pemuda Se-Jawa Bali di Blitar

Sebarkan artikel ini

KOTA BLITAR (Suarapubliknews) ~ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas rombongan Parade Volkswagen (VW) Sumpah Pemuda se-Jawa Bali di komplek Istana Gebang Kota Blitar, Sabtu (28/10).

Total ada sebanyak 230 mobil VW yang berpatisipasi dalam even yang dihelat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini. Tampak penuh semangat, peserta parade yang juga melibatkan Komunitas Motor Blitar Raya dan Pemuda Pelajar itu tampak sangat antusias ketika Gubernur Khofifah menyempatkan hadir langsung memberangkatkan parade.

Secara khusus Gubernur Khofifah mengapresiasi semangat yang coba dibangun oleh masyarakat yang tergabung dalan komunitas VW Se-Jawa Bali ini. Dimana selain membangun kekeluargaan dalam wadah hobi yang sama, mereka juga membangun semangat kepahlawanan lewat parade yang mengambil lokasi di Blitar ini.

Terutama dalam parade ini mereka akan menempuh rute sejarah dengan melewati empat candi. Mulai dari Candi Penataran Nglegok, Candi Sawentar Garum, Candi Simping Pademangan, dan Candi Meleri Srengat. Di setiap candi tersebut, mereka akan mengambil air dan tanah untuk kemudian disatukan di titik akhir parade yaitu ziarah Makam Bung Karno.

“Kegiatan semacam ini harus terus didukung. Terlebih Komunitas VW ini kan ekosistemnya sudah jadi, dan saya rasa sinergitas diantara kita semua bisa dilakukan apalagi eventnya Sumpah Pemuda,” katanya usai melepas parade VW Sumpah Pemuda.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama komunitas pecinta mobil VW menggelar acara parade dan konvoi. Sebelumnya komunitas ini juga pernah menggelar even serupa dengan diberangkatkan olehnya langsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Saat itu komunitas pecinta mobil VW ini mengadakan konvoi dengan disertai agenda pemberian asupan gizi kepada para ibu hamil. Tujuannya agar gizi ibu terpenuhi dan mencegah stunting bayi yang dikandungnya.

“Dulu pernah dilakukan dengan mengundang cukup banyak ibu-ibu yang hamil untuk bisa memberikan asup gizi yang baik, dan menjaga jangan sampai anaknya stunting Kami berharap kegiatan yang bermanfaat ini bisa terus dilakukan dengan harapan bisa meningkatkan kerukunan dan juga mempererat kekeluargaan,” harapnya.

Pada kegiatan parade VW ini juga diikuti dengan kegiatan penyerahan zakat produktif oleh Gubernur Khofifah. Total ada 100 pelaku usaha ultra mikro yang menerima zakat produktif sebesar Rp 500ribu dan paket sembako dari Gubernur Khofifah.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menerima trophy, piagam penghargaan dan merchandise dari Ketua Korwil Jatim VW Indonesia Asosiation dan Ketua VW Club Blitar atas dukungannya pada penyelenggaran acara kali ini.

Usai melepas parade VW, Gubernur Khofifah menyempatkan diri untuk mengunjungi istana gebang. Sebagaimana diketahui Istana Gebang merupakan situs bersejarah karena dulunya merupakan rumah masa remaja Presiden Sukarno yang dibangun pada tahun 1884 bersamaan dengan pembangunan stasiun KA Blitar.

Diketahui, Keluarga Bung Karno mulai menempati rumah ini mulai antara tahun 1917-1919. Saat itu, Soekarno baru menginjak masa remaja, yakni antara 16-18 tahun karena lahir pada 6 Juni 1901. Ia merasa banyak nilai-nilai sejarah yang bisa diambil di Blitar.

Usai mengunjungi Istana Gebang, Ia juga meninjau stand UMKM yang menjual Merchandise. Lebih dari 20 stand UMKM yang di halaman Istana Gebang turut serta memeriahkan parade VW Sumpah Pemuda 2023.

Sementara itu, Trisnadi (50) peserta parade VW dari Sidoarjo Volkswagen Club mengatakan bahwa ini merupakan acara dari pecinta mobil VW dengan harapan bisa mempererat tali silaturahmi diantara mereka.

Ia menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya dan rasa bahagia karena Gubernur Khofifah berkenan hadir dan melepas parade VW kali ini. “Kami menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada ibu Khofifah, ibu bisa rawuh di acara Volkswagen, kami merasa sangat gembira sekaligus bangga,” ucapnya. (q cok, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *