Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas, Perak dan Perunggu

SURABAYA (Suarapubliknews)  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas dan Perak kepada sejumlah insan berprestasi di Jawa Timur yang telah berprestasi dan berkontribusi terhadap kemajuan Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/877/KPTS/013/2022.

Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya emas diberikan kepada Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono atas kontribusinya memimpin daerah dengan produksi padi tertinggi nasional  berkaitan dengan swasembada, ketahanan dan kedaulatan pangan.

Lalu Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya perak kepada Bupati Madiun Ahmaf Dawami Ragil Saputro atas kontribusinya memimpin daerah dengan produksi padi  sepuluh tertinggi nasional berkaitan dengan swasebada, ketahanan dan kedaulatan pangan.

Masih pada kategori yang sama, anugerah Jer Basuki Mawa Beya juga diberikan kepada Kosul Kehormatan Inggris di Surabaya Ivy Kamadjaja atas kontribusinya dalam mempererat dan memajukan hubungan antara Inggris dan Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur terutama pada bidang politik, sosial, ekonomi, dan peluang komersial untuk Inggris di Jawa Timur.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto juga menerima penghargaan yang sama atas kontribusinya dalam penanganan COVID-19 dan mendukung program East Java Super Coridor (EJSC).

Penghargaan dengan kategori yang sama juga diberikan kepada Budi Santosa Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur Periode 2021 – 2022 atas Kontribusinya dalam penanggulangan Bencana di Provinsi Jawa Timur khususnya dalam penanganan penyakit kuku dan mulut serta penanggulangan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat di Provinsi Jawa Timur.

Ardo Sahak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Periode 2021 – 2022 menerima penghargaan yang sama atas kontribusinya dalam mendukung pembinaan program kampung proklim tingkat provinsi dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan di provinsi Jawa Timur.

Kemudian Reza Prakoso Ramadhan Widyaiswara Ahli Pertama juga mendapatkan penghargaan yang sama atas dedikasi dan prestasinya sebagai salah satu widyasiwara berprestasi menurut LAN RI dengan karya tulis ilmiah “Penguatan Literasi Keuangan berbasis Komunitas”. Serta atas kontribusinya mengangkat budaya Jawa Timur pada Lomba Microlearning LAN RI dengan judul “Kearifan Lokal Budaya Bojonegoro Thengul dan Masyarakat Samin. (Q cox, tama dini)

Reply