Gubernur Khofifah Terima Penghargaan sebagai Inisiator Komunikasi Digital Pertama di Indonesia

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapat penghargaan dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat sebagai Inisiator Komunikasi Digital Pertama di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Konferensi Nasional Komunikasi (KNK) yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (8/11)

“Komunikasi digital adalah bagian dari proses membangun koneksi yang lebih luas. Saya berpesan kepada seluruh pimpinan ISKI Jatim untuk bisa memberikan rekomendasi strategis dalam rangka menjaga NKRI ini melalui komunikasi yang tumbuh secara produktif dan konstruktif, bukan destruktif,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum ISKI Pusat, Leila Mona Ganiem mengatakan bahwa ISKI merupakan wadah yang menaungi akademisi maupun praktisi untuk menyelesaikan isu-isu komunikasi. ISKI juga terus berupaya mewujudkan budaya komunikasi menuju Indonesia Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan.

“Kami tidak hanya mengadakan konferensi nasional, tapi juga internasional. Kami juga mengadakan komunikasi kebangsaan yang dicanangkan pada tahun 2019 di titik nol Indonesia, yaitu di Sabang, Aceh. Kami mendeklarasikan bahwa ISKI mendukung kebebasan komunikasi dengan penuh tanggung jawab, dinamis, dan solidaritas,” jelasnya.

Adapun Ketua ISKI Jatim, Rachmah Ida mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkontribusi mendukung roda pemerintahan di Jawa Timur baik dari sisi sosial, politik, kultural, dll. “Kami siap memberikan dukungan program pembangunan masyarakat di Jatim. Kami bisa menyiapkan resources, ada 65 ribu lulusan komunikasi yang sudah bergabung di ISKI Jatim,” terangnya.

Dalam acara ini juga dilaksanakan Pelantikan ISKI Jatim periode 2022-2025 yang diketuai oleh Rachmah Ida. Ada juga talkshow tentang Komunikasi Digital yang menghadirkan narasumber yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Hudiyono, menerangkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo RI untuk menyiapkan infrastruktur komunikasi.

“Jadi akan dipasang backbone jaringan di bawah laut, sehingga nanti sinyal di Jatim akan semakin kuat. Hal ini juga dalam rangka percepatan informasi yang diyakini akan berdampak pada percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfi Hakim, menuturkan bahwa masyarakat komunikasi perlu merawat segala keberagaman yang ada di Indonesia dan mengarahkan supaya tidak ada dikotomi ekstrem dalam bentuk apapun.

“Komponen keberagaman kita begitu besar, tapi yang terjadi di ruang publik adalah terbelah menjadi dua. Ruang publik masih diisi oleh keterbelahan aliran politik. Maka, tugas ISKI yang di dalamnya terdapat masyarakat komunikasi harus bersama-sama mengarahkan keberagaman supaya betul-betul terawat,” imbuhnya.

Sementara Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur, Arief Rahman, menerangkan bahwa saat ini sering terjadi pergeseran dalam diseminasi informasi. “Distribusi konten lebih banyak datang dari media sosial. Kalau dulu kan ada lapak, ada koran, dan sebagainya, sekarang itu semua ada di media sosial. Salah satu risiko terburuk adalah narasi kebencian dan hal-hal negatif yang mampu mempolarisasi bisa sangat mudah teramplifikasi,” jelasnya. (Q cox, tama dini)

Reply