Hari Ibu, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan atas Perlindungan dan Pemberdayaan terhadap Ojol Perempuan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima sertifikat penghargaan, plakat, dan karikatur dari Gojek Indonesia dan Grab Indonesia atas perlindungan dan pemberdayaan terhadap ojek online perempuan.

Penghargaan tersebut diberikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (22/12) dalam Peringatan Hari Ibu ke-94 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-23 bertajuk “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.

Gubernur Khofifah mengatakan, pada dasarnya perempuan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang harus dijaga. Salah satunya seorang Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

“Maka, berbicara tentang pemberdayaan perempuan, harus berseiring dengan proses membangun kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Kita juga harus melihat Gender Development Index atau GDI, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan perempuan,” katanya.

Ia pun menggarisbawahi mengenai pernikahan usia dini dan pencegahan stunting. Gubernur Khofifah juga mengajak kepada seluruh elemen strategis di Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa bergandengan tangan untuk memberikan penguatan dan pemberdayaan kepada perempuan.

“Kepada ibu-ibu termasuk di dalamnya adalah driver Ojol Perempuan yang 90% adalah single mother dan 10% memiliki anak berkebutuhan khusus. Mudah-mudahan kekuatan sosial kita makin merekatkan sapaan-sapaan bagi masyarakat lebih luas. Selamat Hari Ibu,” pungkasnya Gubernur Jatim.

Pada kesempatan ini, Gubernur Jatim juga memberikan penghargaan berupa:

1.  Pembentukan unit pelaksana teknis perlindungan perempuan dan anak;

2.  Forum partisipasi masyarakat mengatasi permasalahan perempuan dan anak;

3.  Perempuan berjasa dan berprestasi;

4.  Kategori perangkat daerah dengan kualitas perencanaan penganggaran responsif gender (PPRG) terbaik tahun 2022;

5.  Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan komitmen percepatan pengarusutamaan gender (PUG) terbaik tahun 2022;

6.  Komitmen terbaik dalam pengembangan desa ramah perempuan peduli anak.

Selain itu, ada juga peluncuran Buku CEPAK (Cegah Pernikahan Anak) yang secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Jatim kepada Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak. Buku ini akan disebarluaskan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Jatim.

Gubernur Khofifah juga memberikan 22 penghargaan kepada :

  2 penghargaan untuk pembentukan unit pelaksana teknis perlindungan perempuan dan anak, kepada Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Jember.

  2 penghargaan untuk forum partisipasi masyarakat mengatasi permasalahan perempuan dan anak, kepada Forum Puspa “Gayatri” Jawa Timur dan Forum Puspa “Rengganis” Kabupaten Situbondo.

  2 penghargaan untuk perempuan berjasa dan berprestasi, kepada Hartuti dari Kota Blitar dan Rini Dyah Wahyuni dari Kota Kediri.

  10 penghargaan untuk kategori perangkat daerah dengan kualitas perencanaan penganggaran responsif gender (PPRG) terbaik tahun 2022, yaitu Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; Badan Pendapatan Daerah; Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Perikanan dan Kelautan; Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia; Dinas Perhubungan; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata; Dinas Sosial; Biro Umum Sekretariat Daerah; dan Biro Organisasi Sekretariat Daerah.

  3 penghargaan untuk Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan komitmen percepatan pengarusutamaan gender (PUG) terbaik tahun 2022, kepada Kota Probolinggo, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Ngawi.

  3 penghargaan untuk komitmen terbaik dalam pengembangan desa ramah perempuan peduli anak, kepada Desa Candirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk; Desa Pule Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun; dan Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati/Wali Kota, perangkat daerah Provinsi Jawa Timur, kepala desa, forum partisipasi masyarakat, serta kaum perempuan inspirator pembangunan yang sudah berkomitmen terhadap tercapainya keadilan dan kesetaraan gender. “Selain itu, juga untuk meningkatkan peran perempuan dalam setiap kehidupan berkeluarga,” ujarnya. (Q cox, tama dini)

Reply