Headquarters Market Hadirkan Kongkow Era 90’an

SURABAYA (Suarapubliknews) – Era tahun 90’an selalu memberi kesan nostalgia baik mereka yang mengalaminya ataupun generasi setelahnya. Hal ini yang melatarbelakangi Headquarters Market hadir dengan konsep tema Indonesia, KONGKOW di event ke-10nya.

Cofounder Headquarters Market Evelyn Natassya mengatakan KONGKOW sendiri adalah istilah kata gaul anak Indonesia zaman 90-an yang berartikan kumpul-kumpul. KONGKOW hadir khusus membawa instalasi photobooth yang membuat semakin penasaran dan bernostalgia ke momen indah itu.

“Dengan berkembangnya teknologi masa kini, banyak dari kita yang mulai dipermudah oleh zaman. Namun tanpa disadari, dengan kemudahan itu, kita jadi kehilangan momen-momen spesial bersama orang sekitar,” katanya.

Contoh kecil yang sering dijumpai anak generasi 90-an adalah bermain kelereng atau lompat tali bersama teman pada era itu yang zaman sekarang digantikan dengan main gadget dan games online.

“Masa muda yang suka berbagi permen dengan teman digantikan dengan minum bubble tea di zaman ini,” tambah Evelyn didampingi Michelle Liman.

Event tahunan ini akan diikuti oleh 140 tenan pilihan dengan 80 brand fashion terbaik dari Jakarta, Bandung, Batam, Semarang, dll. Nantinya akan ada tiga influencer top Surabaya yaitu Michelle Halim, Cinfung dan Michelle Quan untuk KONGKOW bareng di Headquarters Market selama 3 hari.

“Trend masyarakat Surabaya saat ini semakin cermat juga update dalam mengikuti perkembangan baik di lifestyle khususnya fashion. Untuk itu sebagai pelaku di industry kreatif, kita harus bisa menyediakan event yang selalu baru, kreatif, menarik dan unik sehingga masyarakat juga puas berbelanja dan mendapatkan experience yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya,” lanjutnya.

Ke depannya, Headquarters Market sudah menyiapkan karya baru yang fenomenal. Tahun 2020 akan menjadi tahun pembuktian eksistensi pelaku industri kreatif. Bersiap untuk memberikan yang terbaik dan terus mendukung produk lokal agar semakin digemari di tengah ketatnya persaingan global. (q cox, Tama Dinie)

Reply