Hidup Sebatang Kara, Mbah Sami (90) Dikunjungi Tim Damar Panuluh Nusantara

KEDIRI (Suarapubliknews) – Keberadaan Mbah Sami (90), masih menjadi perhatian berbagai pihak, yang saat ini datang dari Kelompok Masyarakat Pemerhati Lingkungan dan penyelamatan Benda Cagar Budaya Damar Panuluh Nusantara.

Nenek yang hidup sebatang kara ini tercata sebagai warga Dusun Sidodadi Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, dan untuk kehidupan sehari-harinya sangat bergantung dari perhatian tetangga.

Rianto (45) Ketua Kelompok Masyarakat Pemerhati Lingkukan dan penyelamatan Benda Cagar Budaya Damar Panuluh Nusanta mengaku jika kedatangannya semata-mata hanya untuk silatorahmi dan berbagi rejeki

“Kami kasian melihat keadaan si Mbah yang hidup tanpa ada suami juga anak bahkan makan juga diberi tetangga,” Ucap Rianto Kepada Suarapubliknews. Minggu (6/1/2018)

Rianto menceritakan, jika pertemuannya dengan Mbah Sami, saat sang nenak renta ini sedang duduk di pinggir jalan dan sedang membeli jagung pipil dengan harga Rp 4 Ribu untuk makan

Komusnikasipun berlangsung, dan mendapatkan keterangan jika Mbah Sami hidup sebatang kara karena suami dan anak tercintanya telah lama dipanggil Yang Maha Kuasa.

“Mbah Sami tinggal di Dusun Sidodadi Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri,” Terang Pria yang tercatat sebagai Anggota PWI Kediri ini.

Rianto berharap, Mbah Sami segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait (Dinsos) agar dapat menjalani sisa hidupnya sebagaimana mestinya.

“Keadaan Si Mbah Alhamdulilah baik dan Kami juga baru saja minum secangkir kopi bersama,” Pungkas Rianto

Sebelumya AKP Muklason,S.H.Kapolsek Gampengrejo Polres Kediri bersama beberapa komunitas jurnalis juga sempat memberikan bantuan kepada kepada Mbah Ramija Nenek sebatang kara usia (97) Warga Rt 01/Rw 02 Dusun Gampengrejo Desa Gampengrejo Kecamatan Gampengrejo Kediri. (q cox, Iwan)

Reply