HoJ Museum Jadi Saksi Terpilihnya Dimas Diajeng Bantul 2019

JOGJAKARTA (Suarapubliknews) – Panggung raksasa Little Malioboro nya History of Java Museum menjadi saksi terpilihnya pasangan Dimas dan Diajeng duta wisata dan budaya Bantul 2019.

Kepala Dinas Pariwisata, Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos mengatakan agenda akbar ini diharapkan memberikan kesempatan seluas luasnya kepada para generasi muda millenial akan lebih lagi dapat ikut memikirkan semua potensi pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Bantul.

“Serta turut mempromosikan dan pengembangan nya di seluruh area tersebut. Putera Puteri yang terpilih merupakan Duta Representatif diharapkan mampu untuk menjadi wakil sekaligus sebagai “agen promosi” yang mutakhir di jaman millenial ini,” katanya.

Acara akbar dan bergengsi dari Kabupaten Bantul ini diprakarsai sejak tahun 2007 lsecara kontinyu tiap tahun oleh Dinas Pariwisata Bantul bekerjasama dengan Ikatan Paguyuban Duta Wisata Bantul dan para stake holder serta disupport oleh para media, penggerak – pencinta budaya dan pariwisata setempat. Selain dipilih Top 5 Finalis juga dipilih Dimas Diajeng Berbakat, Dinas Diajeng Persahabatan dan Dimas Diajeng Ter- Favourite.

Dipilihnya Atmosphere Little Malioboro street yang berada di satu area History of Java ( HOJ) Museum.atau yang lebih beken disebut Louvre Van Java dengan museum berarsitektur menyerupai Tumpeng sebagai tempat acara membuat terkesima pengunjung yang hadir.

Bupati Bantul Drs H Suharsono pun terkesima dengan presentasi display museum modern digital I.T Augmented Reality yang sanggup menghadirkan 3 Dimensi benda benda artefak, binatang dan manusia purba Jawa ribuan tahun yang lalu ke hadapan pengunjung berikut dengan sound effect suaranya juga.

“Belajar sejarah di jaman millenial membuat penggunjung merasa lebih betah dan intisari tujuan berkunjung ke museum menjadi lebih hidup dan bermakna. Semoga museum History of Java dapat menjadi salah satu primadona unggulan pariwisata yang wajib kunjung di Wilayah Istimewa Jogjakarta ini,” katanya.

Operation Museum History of Java, Yeni Dwiwati mengatakan dalam kesempatan ini rombongan Bapak dan Ibu Bupati menyempatkan berfoto dengan kecanggihan Augmented Reality tersebut. “Rombongan Vip dipandu kangsung oleh Kepala Museum dan bapak Rochi,” tutupnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply