Irresistible Bazar Akan Hadirkan Barang Preloved Berkualitas

SURABAYA (Suarapubliknews) – Berburu barang preloved atau bekas pakai saat ini menjadi hal yang dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk memiliki barang baru tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Founder Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan mengatakan di Jakarta Irresistible Bazar ini menjadi ajang para sosialita maupun masyarakat midle berburu barang branded karena harganya sangat miring mengingat beberapa merupakan barang branded koleksi pribadi yang dijual kembali alias second.

“Tetapi jangan anggap remeh harga barang secondnya bisa jadi masih tinggi tergantung banyaknya peminat jenis barang yang dijual. Beberapa merek terkenal yang banyak dicari second-nya adalah Hermes, Louis Vuitton, Chanel, YSL serta Gucci. Kelima brand ini akan selangit harganya saat tas ini menjadi trendsetter di kalangan artis Indonesia maupun luar negeri,” katanya.

Hal tersebut yang kemudian menginspirasi Marisa Tumbuan untuk menggelar Preloved Branded Bazaar di Tunjungan Plaza Surabaya, pada tanggal 5-9 Februari 2020 mendatang. Melirik dari kesuksesan Irresistible Bazaar di Jakarta yang digelar sejak 2014, antusiasnya sangat besar, tak kurang 5 ribu pengunjung datang ke pameran.

“Surabaya merupakan kota pertama kami menggelar event ini di luar Jakarta. Irresistible Bazaar ini akan mengusung trusted seller dari seluruh Indonesia sebanyak lebih dari 40 tenant dengan ribuan koleksi tas, aksesoris bermerek seperti Louis Vuitton, Balenciaga, Dior, dan lainnya. Selain produk Ias, Irresistible Bazaar juga mengajak produk fashion lokal untuk berpameran dalam kegiatan ini,” terang Marisa.

Tren preloved butik sebenarnya sudah menjamur sejak tahun 1995 lalu. Saat ini peminat barang preloved lebih banyak mencari koleksi tas branded, yang tentu saja tidak dijual dengan harga melambung seperti saat membeli baru. Selain tas, pembeli lebih banyak mencari sepatu dan kebutuhan fashion lain seperti, sabuk, gelang, strap tas, dan masih banyak lagi.

“Biasanya, barang-barang preloved dijual hampir seperti keadaan baru, lantaran sang penjual telah mengemas sedemikiam rupa agar menarik minat pembeli. Misalnya saja seperti preloved pakaian. Biasanya para penjual akan mencuci terlebih dahulu pakaian tersebut hingga wangi, kemudian juga diberi price tag. Ada juga yang pakaiannya, dimasukkan ke dalam plastik, seperti pakaian baru,” tambahnya.

Bazaar ini juga agar buyer Surabaya yang selama ini bertransaksi melalui online dapat langsung berjumpa dengan trusted seller yang merupakan tenant tenant Irresistible Bazaar. “Kami ingin membawa slogan kami ‘Irresistible Bazaar, Your Happy Place’ ke kota ini,” tandasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply