ISEF, Bukti Perbankan Syariah Dipercaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Gelaran Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) mengusung tema “Strengthening National Economic Growth : The Creation of Halal Value Chains and Innovative Vehicles” telah usai namun mencatat transaksi yang membanggakan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo mengatakan acara yang berlangsung pekan lalu berhasil mencatat transaksi Rp 7,01 Trilyun ini merupakan bukti kalau kepercayaan pada perbankan syariah makin membaik.

“Penyelenggaraan ISEF ini mengandung dua pesan kuat, pemberdayaan dan percepatan pengembangan ekonomi syariah. Pada periode tahun-tahun berikutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah akan memasuki fase kedua dalam bentuk “Penguatan strategi dan program ekonomi keuangan syariah,” katanya.

ISEF 2018 ini ada 3 bentuk kegiatan utama, yaitu Sharia Economic Forum, Sharia Fair, dan Business Matching. Berbagai elemen ikut dilibatkan, termasuk pondok pesantren, akademisi, perbankan dan instansi terkait dengan pengunjung atau peserta dari dalam dan luar negeri seperti Turkmenistan, Australia, Bosnia, Nigeria dan negara

“Kami melihat bahwa dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sejak blueprint pengembangan ekonomi syariah kita implementasikan, komitmen bersama lintas instansi dalam payung KNKS semakin baik,” lanjut Dody.

Dia juga menandaskan bentuk riil dukungan ISEF 2018 terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yakni dilaksanakannya business matching, ajang pertemuan bisnis antara pelaku UMKM dengan calon investor atau lembaga keuangan syariah yang potensial.

“Kami mengapresiasi upaya dari semua pihak sehingga komitmen transaksi dalam business matching selama penyelenggaran acara ISEF telah berhasil mencapai angka yang memuaskan senilai kurang lebih Rp 7,01 Triliun,” jelas Dody.

Komitmen transaksi tersebut diantaranya kesepakatan kerjasama sindikasi perbankan syariah dengan PT Jakarta Toll Road Development senilai Rp 2 triliun, serta akad dan komitmen pembiayaan syariah UUS Bank DKI dengan 6 debitur senilai Rp 2,4 triliun.

Selesainya kegiatan ISEF 2018 ini, diharapkan merupakan wujud komitmen Bank Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Harapannya, kita akan mampu mendorong perwujudan ekonomi nasional yang lebih adil dan merata, sejalan dengan harapan ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai key player global dalam berbagai sektor industri halal,” imbuhnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Difi A.Johansyah, menambahkan ISEF 2018 telah menghasilkan sejumlah langkah nyata pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami telah memfasilitasi pemberian sertifikasi halal untuk 100 UMKM di Jawa Timur, dan memfasilitasi business matching dalam rangka perluasan pasar ekspor UMKM Jawa Timur dengan total nilai 3 miliar rupiah,” tambahnya.

Tidak hanya itu, tapi juga pelatihan ekspor bagi UMKM, Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah khususnya untuk koperasi syariah dan BMT, serta fasilitasi peningkatan kapasitas nadzir untuk wakaf.

Ketua Badan Wakaf Indonesia BWI M Nuh, memaparkan kebangkitan wakaf untuk penguatan ekonomi nasional memerlukan sinergi kolaboratif yang kuat dan luas di antara para pegiat wakaf dan stakeholders.

“Tahap perkembangan Wakaf di Indonesia telah mengalami hal menggembirakan, antara lain ditandai dengan upaya-upaya strategis dalam empat sektor cukup wakaf, yakni Pengembangan metode penghimpunan wakaf inovatif. Pengembangan metode tata kelola wakaf Badan Wakaf Indonesia bersama Bank Indonesia telah menyusun Waqf Core Principle (WCP) sebagai pedoman umum dalam pengelolaan wakaf,” tandasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply