NasionalPemerintahan

Istri Wapres RI Borong Produk UMKM di Surabaya Kriya Gallery

76
×

Istri Wapres RI Borong Produk UMKM di Surabaya Kriya Gallery

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin mengunjungi Surabaya Kriya Gallery (SKG) Siola, Jumat (11/8/2023). Ia disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachin Emil Elestianto Dardak dan juga Ketua Dekranasda Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi.

Tiba di SKG Siola itu, Ketua Umum Dekranas langsung melihat satu persatu produk UMKM Surabaya itu sembari menanyakan harganya. Bahkan, ia mengapresiasi SKG itu dan juga memborong sejumlah produk UMKM yang ada di SKG Siola itu.

Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachin Emil Elestianto Dardak mengaku senang karena Ketua Umum Dekranas bersedia berkunjung ke SKG Siola. Pasalnya, gallery yang di Juanda sudah beberapa kali dipromosikan dan ia menilai Ketua Umum Dekranas sudah hafal.

“Ini lebih spesifik di Surabaya dan sudah dikurasi oleh Ibu Dekranasda Kota Surabaya. SKG ini betul-betul bisa mencapture budaya di Surabaya dan kerajinan-kerajinan yang ada di Surabaya. Mudah-mudahan beliau berkenan sehingga ke depannya bisa kembali lagi ke sini,” kata Arumi.

Ia juga bersyukur karena SKG itu mendapatkan feedback yang baik dari Ketua Umum Dekranas. Bahkan, Ketua Umum Dekranas juga mengapresiasi SKG itu. “Beliau juga berpesan untuk selalu melakukan regenerasi kemudian kolaborasi antar UMKM, yang sebetulnya itu sudah berhasil diciptakan oleh Dekranasda Kota Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi juga mengaku sangat senang atas kunjungan Ketua Umum Dekranas ke SKG Siola. Meskipun tidak terlalu lama, namun ia mengaku sangat senang dan bangga karena beliau sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke SKG Siola.

“Tentu ini akan menambah semangat kami untuk berkreasi dan berinovasi ke depannya. Apalagi, beliau tadi juga mengapresiasi SKG karena memang ada beberapa produk yang beliau suka. Bahkan, beliau juga memborong beberapa produk UMKM Surabaya,” kata Rini seusai kunjungan Ketua Umum Dekranas.

Menurutnya, Ketua Umum Dekranas itu sangat luar biasa karena sangat detail memperhatikan satu persatu setiap produk UMKM yang ada di SKG Siola. Ia keliling melihat produk-produk UMKM Surabaya. Bahkan, beberapa produk unggulan Surabaya sudah disampaikan, termasuk pula ada beberapa pelaku UMKM yang praktek langsung di lokasi dan beliau sangat mengapresiasi.

“Jadi, ada salah satu produk yang sejak awal dia nyampek, dia suka pada pandangan pertama dan langsung dibeli. Beliau bilang itu sangat keren karena berasal dari bahan yang tidak utuh, dan ketika sisa limbah itu dirajut menjadi keren dan beliau langsung suka pada pandangan pertama,” kata dia.

Selain itu, Ketua Umum Dekranas juga memborong bros di SKG Siola. Bahkan, berkali-kali dia juga minta kartu nama karena memang ada beberapa produk yang harus dipesan dulu, tidak bisa langsung dibeli seketika. “Beliau juga sangat mengapresiasi salah satu produk yang terbuat dari limbah plastik, dan kalau mau beli itu harus pesan tidak bisa langsung dibeli,” katanya.

Selain itu, Rini memastikan bahwa yang sangat diperhatikan oleh Ketua Umum Dekranas itu adalah harga dari produk UMKM itu. Makanya, ketika keliling melihat produk UMKM itu, ia berkali-kali tanya harganya. Sebab, dia tidak ingin harganya terlalu mahal lalu tidak ada yang mau beli.

“Jadi, beliau benar-benar memperhatikan produk yang sudah dibuat itu harus ada yang beli, harus ada pasarnya dan bisa dijangkau oleh semua kalangan. Kalau terlalu mahal kan nanti juga yang mau beli tidak mau,” ujarnya.

Oleh karena itu, Rini mengaku ke depannya akan terus mengajak semua produk UMKM Surabaya itu untuk terus memperbaiki produknya dan terus konsisten dalam memperbaiki produknya. Rini juga mengaku ada pesan khusus dari Ketua Umum Dekranas untuk selalu semangat dan selalu konsisten dalam memperbaiki produknya.

“Jadi, kita akan terus berinovasi supaya tidak ketinggalan zaman dan supaya mempunyai harga jual tinggi,” pungkasnya. (Q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *