ITS Kembali Raih Kemenangan Beruntun di KMHE 2021

SURABAYA (Suarapubliknews) – Prestasi membanggakan di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) tahun ini kembali diraih tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kali ini diwakili oleh tim Nogogeni yang menyabet juara satu di kategori Urban kelas Motor Listrik dengan mobil andalannya, Nogogeni VI EVO.

General Manager tim Nogogeni ITS Dimas Andi Setiawan, mengatakan kategori ini menugaskan tim untuk merancang sebuah kendaraan dengan capaian efisiensi terbaik. Pada awal kontes terdapat 75 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Kemudian diloloskan 48 tim diseleksi laporan desain kendaraan dan selanjutnya diloloskan 24 tim melalui seleksi pembuatan video virtual technical inspection. “Dari 24 tim tersebut juga menjadi finalis dan diadu capaian efisiensinya di lintasan,” katanya.

Seakan memutarbalikkan waktu, ITS kembali menjuarai kategori Urban kelas Motor Listrik untuk kali keempat secara beruntun. Kali ini, Tim Nogogeni mempersembahkan mobil terbaru mereka, Nogogeni VI EVO yang mampu mencapai efisiensi 187,17 Km/Kwh sehingga dapat menjuarai kategori tersebut. Dalam perjuangannya menggarap proyek mobil tersebut, tim Nogogeni dibimbing oleh dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD.

Meskipun demikian, kemenangan tersebut tidak begitu saja diraih dengan mudah. Dimas menambahkan, dari segi persaingan sendiri cukup memberikan sebuah tantangan bagi tim. Hal itu dikarenakan terdapat keterbatasan akses dalam melakukan kegiatan riset. “Ada beberapa anggota tim yang saya rasa kurang dalam segi persiapan,” ungkap Dimas.

Mobil buatan tim Nogogeni dibuat sedemikian sehingga memiliki efisiensi semaksimal mungkin. Mobil tersebut didesain dengan perhitungan hambatan yang kecil baik dari bentuk bodi maupun sistem mekanikal dari kendaraan. “Dan dari sistem elektrikal juga dirancang agar dapat mendukung motor listrik bekerja maksimal,” jelasnya.

Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ini mengaku bersyukur dengan pencapaian timnya ini. Hal itu disebabkan karena di masa seperti ini mereka tetap bisa mengimplementasikan ilmu sebagai mahasiswa dan mengembangkan softskill dan hardskill mereka. “Persiapan dilakukan tujuh bulan tapi di pertengahan tahun sempat berhenti dan terpaksa Work from Home (WFH) karena menyesuaikan kondisi pandemi dan kebijakan yang berlaku,” tambah Dimas.

Tidak langsung terlena dengan euforia setelah meraih kemenangan, menurut Dimas, dalam pengembangan mobil kali ini terdapat beberapa kendala yang menjadi evaluasi bermanfaat bagi tim. Hal itu seperti desain dan teknologi kontroler yang bisa dibuat lebih simpel tetapi tetap memiliki performa yang baik. “Evaluasi tahun ini akan kami pelajari dan optimalkan lagi agar memperoleh efisiensi lebih tinggi lagi dan dapat mempertahankan gelar juara,” lanjutnya.

Di sesi akhir wawancara, Dimas berharap ke depannya tim Nogogeni ITS masih bisa mempertahankan prestasi dan meningkatkan performanya dalam berbagai kompetisi baik di kancah nasional maupun internasional. Mereka meyakini bahwa riset yang mendalam dan kinerja tim yang baik akan membawa kemenangan bagi tim ini. Tentunya Nogogeni akan kembali mengasah kemampuannya untuk mempertahankan gelar juara di KMHE ke depannya. (q cox, tama dinie)

Reply