ITS Luncurkan i-BOAT, Kapal Pintar Tanpa Awak

BANGKALAN (Suarapubliknews) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan teknologi kapal otomatis yang bisa bergerak tanpa perlu adanya awak. intelligent Boat (i-Boat) kapal yang dapat dijalankan dengan kombinasi teknologi berbasis artificial intelligence Kapal ini disebut sebagai titik balik pengembangan teknologi maritim Indonesia.

Koordinator konsorsium penelitian i-Boat, Ir Tri Achmadi PhD mengatakan, kapal hasil penelitian 41 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini dirancang dapat diperintah untuk menuju lokasi koordinat tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Bahkan jika terdapat koneksi internet di wilayah operasionalnya, pengguna dapat menggunakan i-Boat melalui aplikasi user interface, baik yang bersifat web-based maupun yang beroperasi melalui gadget android (smartphone).

“Cara kerja kapal ini berdasar perintah operator, jadi i-Boat akan berlayar menuju sasaran koordinat yang diinginkan. Bisa untuk mengambil logistik, hingga menyelamatkan orang tenggelam secara otomatis jika ada objek yang terdeteksi,” katanya saat soft launching i-Boat di PT. Galangan Kapal Madura, Bangkalan

Tak hanya itu, i-Boat juga dilengkapi dengan berbagai sensor mulai dari pemanfaatan GPS (Global Positioning System) dengan ketelitian tinggi, yang digabungkan dengan kamera beresolusi tinggi guna pengumpulan data sebagai bagian dari big data analisis, yang kemudian diproses oleh komputer berspesifikasi tinggi yang tertanam di dalam i-Boat.

“Dengan beragam sensor tersebut, kapal pintar i-Boat ini mempunyai kemampuan akselerasi, navigasi, mendeteksi kondisi lingkungan, termasuk kemampuan menghindari halangan. Bahkan saat gelombang tinggi dia (i-Boat) tidak tengelam dan bisa tembus segala cuaca. Terus ini juga tidak berawak, jadi orang tidak khawatir mabok laut,” jelas Tri.

i-Boat dapat berlayar hingga jarak 10 KM, bahkan kapal rancangan anak bangsa ini juga dapat mendeteksi orang tenggelam dengan jarak 1 KM. Begitu ada objek bergerak, misal orang tenggelam langsung terdeteksi dan otomatis kapal tersebut akan menghampiri objek untuk memberikan pertolongan. “Kapal ini kalau sudah menyelesaikan tugasnya, dia secara otomatis akan kembali ke asalnya, jadi tidak perlu mengatur lagi,” lanjut Manajer Unit Klaster Inovasi Kemaritiman ITS ini

Menteri Perhubungan (Menhub) Ir Budi Karya Sumadi menyatakan sudah saatnya Indonesia menguasai teknologi maritim karena Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Apalagi 66 persen dari luas wilayah Indonesia adalah lautan.

“Pandemi Covid 19 membuat Indonesia dihadapkan pada situasi yang tidak menentu dan tidak jarang mengurangi produktivitas. Sebaliknya, akademisi ITS justru tetap dapat berkreasi dan mengembangkan Kapal Autonomous atau I-Boat ini membuktikan bahwa karya anak bangsa tidak kalah dari negara lain yang bisa memberi sumbangsih bagi pengembangan maritim Indonesia,” katanya

Kapal Autonomous yang dikembangkan oleh ITS ini akan menjadi satu terobosan dalam transportasi logistik dan transportasi dalam kondisi bencana, karena dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses oleh kapal berawak.

Budi Karya juga berkomitmen untuk selalu mendukung inovasi anak negeri, termasuk yang datang dari ITS. Terlebih jika inovasi tersebut memiliki dampak nyata bagi pengembangan transportasi di Tanah Air.

“Saya mengapresiasi kerja keras ITS dalam karyanya membuat Kapal Autonomous ini dan juga menghimbau kepada pihak swasta, masyarakat, media bahwa karya seperti ini harus kita dukung, hargai, beri ruang, dan kita gunakan untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” ujarnya.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menambahkan, i-Boat ini dapat dimanfaatkan untuk segala keperluan. Mulai dari keperluan logistik, bencana, pertolongan pada korban di laut, hingga pemeriksaan kondisi pelabuhan. “Dengan adanya kapal ini, petugas yang di darat dapat tau semua. Misal kapal sandar dimana, jangkar dimana,” katanya.

Selanjutnya, layaknya mobil, kapal yang dirancang selama enam bulan ini akan terus melakukan regenerasi dan perkembangan dari desain dan fiturnya. Ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan inovasi baru itu dan melakukan sertifikasi agar layak dan dapat segera digunakan.

“Tahap berikutnya tinggal sertifikasi dari kementerian perhubungan dan biro klasifikasi.Sehingga setelah semua terpenuhi produk tersebut layak secara teknis dan memenuhi regulasi internasional,” pungkasnya. (q cox, tama dinie)

Reply