Jelang Nataru, Dewan Minta Pemkot Aktifkan Satgas Covid-19 dan Kampung Tangguh

SURABAYA (Suarapublknews) – Meski penerapan PPKM Level 3 secara nasional dibatalkan, namun menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) pengawasan protokol kesehatan di masyarakat harus tetap ditegakkan secara disiplin tinggi.

Hal ini sampaikan sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, yang meminta kepada Pemkot agar kembali mengaktifkan Satgas covid 19 dan Kampung Tangguh Untuk Pengawasan protokol kesehatan Masyarakat.

dr. Akmarawita Kadir mengatakan, jadi Pemkot Surabaya bisa mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 yang sekarang saya lihat sudah longgar. Supaya tidak kejadian seperti tahun lalu.

“Benar pemerintah pusat telah membatalkan penerapan PPKM Level 3 di saat Nataru, namun semua itu dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah masing-masing.”ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin (14/12/21).

Ia menjelaskan, diaktifkannya kembali satgas Covid-19 dan kampung tangguh ini juga dikarenakan tahun depan juga bakal dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi pelajar di kota Surabaya.

“Ini kan juga PTM mau buka tahun depan. Jangan sampai kemudian ada kluster terus membuat PTM terganggu. Kasihan juga mereka sudah lama belajar daring. Keputusan PPKM itu kan ditentukan oleh daerah masing-masing. Itu yang saya rasa pas, karena masing-masing Pemda-lah yang mengetahui betul kondisi dan pengendaliannya,” kata dr. Akmarawita Kadir

Sekretaris Komisi D ini juga memberikan imbauan kepada masyarakat Surabaya supaya nantinya meski tempat hiburan dibuka 75 persen, protokol kesehatan tetap diketatkan. Pasalnya, bila menengok pada tahun baru sebelumnya, kluster Covid-19 bermunculan di seluruh masyarakat.

Akmarawita Kadir menambahkan, pengetatan prokes di tempat hiburan bisa dilakukan dengan penempatan petugas dan berbagai langkah antisipatif lainnya seperti menggunakan masker dan aplikasi peduli lindungi.

“Dari masyarakat juga harus ada kesadaran supaya tidak berkerumun dan selalu mengenakan masker serta mencuci tangan. Pengusaha pun begitu, harus sadar jangan sampai menimbulkan kerumunan,” pungkas dr. Akmarawita Kadir. (q cox)

Reply