JPM Tanam 1000 Pohon Damar di ROW Interchage Malang

MALANG (Suarapubliknews) – PT Jasamarga Pandaan Malang (PT JPM) selaku anggota Jasa Marga Grup turut memeriahkan Hari Ulang Tahun dengan berpartisipasi menanam 1.000 pohon damar di Right of Way (ROW) Interchage Malang.

Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo mengatakan Pemilihan pohon damar atau bahasa latinnya adalah Agathis dammara, karena pohon ini mempunyai batang tinggi menjulang hingga sekitar empat puluh meter dan batangnya lurus memajang.

“Damar memiliki banyak fungsi, bukan hanya kayu dan getahnya saja, namun daunnya juga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Di jalan tol, pohon damar ditanam sebagai penyerap polusi sehingga dapat menghasilkan udara bersih dan segar,” katanya.

Selain itu juga dimaksudkan sebagai border di area interchange. Nantinya seluruh interchange dan Right of Way (ROW) Jalan Tol Pandaan Malang ditanami pohon damar. Penanaman pohon damar pertama diawali oleh Direktur Utama PT JPM, para Direksi dan para GM-PM, dilanjutkan oleh GM PP Infra 1 Yusdiantoro, Ka Unit PJR dan diteruskan oleh seluruh karyawan.

Di puncak acara yang biasanya ada tradisi potong tumpeng. Pada kesempatan ini JPM menandai dengan pecah durian dan dimakan ramai ramai. Durian dipilih selain karena tidak perlu kemasan yang bisa menambah tumpukan sampah, bijinyapun bisa ditanam.

“Biji durian ini bukan sembarang biji, kami lemparkan ke ROW agar kelak di sini banyak tumbuh pohon duren. Kulit duren ini bukan sembarang kulit, karena akan menjadi pupuk kompos agar pohon duren yang tumbuh di lahan semakin tumbuh subur,” tutu Agus Purnomo.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan kelompok usahanya (Jasa Marga Group) berkomitmen untuk menanam 42.000 pohon sepanjang tahun 2020 di wilayah operasional Jalan Tol Jasa Marga se-Indonesia. Secara simbolis, penanaman 42.000 pohon tersebut berlangsung serentak di seluruh Kantor Cabang, selaras dengan tema HUT Jasa Marga ke-42, yakni “Safety Driving on the Green Toll Road”.

Sebanyak 42.000 pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, dipilih karena termasuk *pohon pelindung* yang memiliki daya resapan air cukup tinggi serta potensial untuk dibudidayakan. Diantaranya adalah seperti mahoni, pucuk merah, ketapang, angsana, damar, flamboyan, tabebuya, bintaro, pala, palem merah, rainbow, cemara laut, glodokan, jamblang, buni, cemara, bougenville, ketapang, nyamling, kemiri sunan, bambu, bungur, kendal, pacira, ulin, kamper, beringin, lay, sungkai, dan trembesi. Selain itu, ada pula jenis *pohon produktif penghasil buah*, misalnya rambutan, jamblang, jambu kristal, mangga, kelengkeng, sawo, nangka, dan alpukat.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru mengatakan penanaman pohon di jalan tol tidak hanya untuk estetika lingkungan, tetapi memiliki manfaat dr aspek ekologi, aspek keselamatan dan kenyamanan. Ini merupakan wujud nyata untuk mengurangi dampak lingkungan dari adanya pembangunan dan pengoperasian jalan tol.

Manfaatnya antara lain: Mengurangi pencemaran udara, menyerap kebisingan, mencegah erosi, meningkatkan serapan air, pemecah angin untuk mengurangi efek hempasan angin pada pengendara, penghalang silau dari kendaraan yang berlawanan arah, penahan benturan untuk menghindari fatalitas jika terjadi kecelakaan serta menjaga keseimbangan sistem ekologi.

Tak hanya giat membangun dan mengelola jalan tol serta bisnis lainnya, Jasa Marga Group juga rutin menggelar kegiatan pelestarian alam. Sepanjang tahun 2019, Jasa Marga melalui Community Development Program telah menanam sekitar 18.000 pohon. (q cox, Tama Dinie)

Reply