Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Beri Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Unisda Lamongan

LAMONGAN (Suarapubliknews) – La Nyalla Mattalitti ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menghadiri kuliah umum wawasan kebangsaan Indonesia yang diselengarakan oleh Universitas Islam Darul `Ulum (Unisda) Lamongan di ruang Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 pada Selasa (20/12/22).

Dihadiri oleh tiga Wakil Rektor, Dekan, dosen, dan juga tenaga kependidikan (tendik), acara bertajuk Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan Unisda Lamongan itu dibuka oleh Rektor Unisda, Muhammad Hafidz Nasrullah.

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengenalkan sejarah Unisda Lamongan yang mengukuhkan diri sebagai kampus daerah dengan visi global kepada La Nyalla.

“Harapannya, dari Kampus Daerah ini] kedepannya dapat menjadi universitas yang unggul sebagaimana sambutan yang disampaikan oleh Gus Dur saat ke Unisda” ucap Rektor.

Di depan ratusan peserta kuliah umum wawasan kebangsaan Indonesia La Nyalla menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya wawasan kebangsaan bagi para mahasiswa.

La Nyalla juga mengingatkan bahwa pentingnya mahasiswa diajari materi kebangsaan dan nasionalisme, agar merekan memiliki kesadaran, kewaspadaan dan jati diri sebagai generasi penerus untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional bangsa.

“Rumusan yang digagas para pendiri bangsa tentang sistem demokrasi dan sistem ekonomi sudah sangat tepat untuk Indonesia. Untuk itu, marilah kita satukan tekad untuk kembali kepada Pancasila,” ujarnya.

Lebih lanjut La Nyalla sangat berharap mahasiswa dan kalangan akademisi di perguruan tinggi Unisda Lamongan dapat membaca kembali pikiran-pikiran para pendiri bangsa. “Mahasiswa bukan saja agent of change, tetapi juga agent of repair, karena hakikat dari intelektual adalah wajib menawarkan gagasan atas hal-hal yang dilihat tidak benar”.

Di akhir paparannya La Nyalla menambahkan bahwa kita semua sebagai warga negara Indonesia harus ikut serta dalam menyukseskan tujuan negara ini yakni terwujudnya kesejahteraan. (q cox, Erw)

Reply