Lanjutkan Program Asset Recycling, Jasa Marga Divestasi 9% Porsi Saham PT Jasamarga Pandaan Malang

JAKARTA (Suarapubliknews) – Dalam rangka mengoptimalkan portofolio bisnis perusahaan, di akhir tahun 2021 ini Jasa Marga kembali melanjutkan program _asset recycling_ sebagai bagian dari strategi korporasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnis perusahaan.  Salah satunya dengan melakukan divestasi atas kepemilikan 9% saham Jasa Marga di PT JPM, anak usaha Jasa Marga yang mengelola Jalan Tol Pandaan-Malang.
Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menyampaikan ucapan terima kasih kepada PTPP dan PT SMI atas kemitraan yang telah terjalin dengan baik selama ini dalam pengusahaan Jalan Tol Pandaan-Malang yang dimulai sejak tahun 2016 sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.
“Saya juga menyampaikan selamat bergabung kepada ASTRA Infra yang selanjutnya akan menjadi mitra Jasa Marga dalam pengusahaan Jalan Tol Pandaan-Malang. Selama ini Astra Infra telah menjadi mitra strategis Jasa Marga pada beberapa pengusahaan jalan tol lainnya. Saya yakin Jasa Marga dan ASTRA Infra memiliki kesamaan visi dalam mewujudkan penyelenggaraan jalan tol yang profesional, efisien, dan berkesinambungan, serta mengutamakan pelayanan terbaik kepada para pengguna jalan,” katanya.
Secara resmi, divestasi 9% dari total kepemilikan 60% saham Jasa Marga di PT JPM dilakukan melalui penandatanganan Akta Jual Beli Saham atau _Sales Purchase Agreement_ (SPA) dengan PT Astra Tol Nusantara (ASTRA Infra) pada hari Kamis (30/12) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo secara virtual.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Presiden Direktur ASTRA Infra Djap Tet Fa serta Direktur ASTRA Infra Kris Ade Sudiyono.
Setelah pelaksanaan penandatanganan SPA, komposisi pemegang saham PT JPM saat ini yaitu sebesar 51% dimiliki Jasa Marga dan 49% lainnya dimiliki ASTRA Infra, yang di kesempatan sama juga turut mengakuisisi seluruh saham PT PP (Persero) Tbk sebesar 35% dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar 5% selaku pemegang saham PT JPM sebelumnya.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memperoleh efisiensi dari keberadaan infrastruktur sehingga kerja sama antara BUMN dan pihak swasta yang dilakukan pada hari ini merupakan hal yang penting sebagai kontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia.
“Kami melihat kerja sama antara BUMN dan pihak swasta di berbagai bidang infrastruktur ke depan sangat terbuka karena masifnya pengembangan infrastuktur ke depan. Oleh karena itu kami sangat menunggu kemitraan dan kolaborasi berikutnya untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan juga untuk membangun infrastuktur demi kemajuan bangsa Indonesia,” ungkap Kartika Wirjoatmodjo.
PT JPM merupakan Badan Usaha Jalan Tol pengelola Jalan Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,5 Km yang beroperasi penuh sejak tahun 2020 dengan hak konsesi selama 35 tahun (2017-2052).
Jalan tol ini telah beroperasi seluruhnya sehingga berkontribusi meningkatkan konektivitas di wilayah Jawa Timur, terutama akses ke daerah wisata, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di antaranya, turut mendukung konektivitas akses, khususnya bagi Kawasan Ekonomi Khusus Singosari dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Kota Malang, hingga meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Timur pada sektor pariwisata, seperti Kawasan Wisata dan Taman Safari Prigen, Kebun Teh Wonosari, Candi Singosari, dan Kawasan Wisata Batu. (q cox, tama dinie)

Reply