Launching Teaching Factory (TF) Centra of Dodolan, Ini Pesan Kepala SMKMITA Sidoarjo

SIDOARJO (Suarapubliknews) – SMK Muhammadiyah 1 Taman (SMKMITA) dan SMK Muhammadiyah 2 Taman (SMKMDUTA) Sidoarjo malaksankan launching bersama-sama terkait Teaching Factory (TF) Centra of Dodolan.

Kegiatan ini juga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekitarnya, diantaranya meliputi Distro SMKMITA, Bank Syariah dan Mini Mart. Termasuk juga meresmikan Laboratorium Umum, Laboratorium Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Lab OTKP), Laboratorium Akuntansi, Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (Lab TKJ). Sementara dari SMKMDUTA adalah jasa service sepeda motor/Bengkel MDuta La Tansa dan Perpustakaan.

Kepala SMKMITA Sidoarjo Eko Muji Wibowo, S.Pd menuturkan dalam meningkatkan kualitas siswanya telah menggandeng sekitar 27 Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri). Program ini termasuk salah satu rintisan untuk LSP tingkat I. Sementara yang Center of Dodolan itu adalah melatih kewirausahaan anak-anak, menumbuhkan jiwa kewirausahaan anak-anak.

“Jadi yang dilibatkan untuk ‘njaga’ secara bergantian, diantaranya anak-anak kelas X. Sementara yang kelas sebelas adalah untuk kegiatan Pakerin (Praktek Kerja Industri),” tutur Eko Muji Wibowo, kemarin , senin(1/7/2019).

Program Teaching Factory yang telah dilakukan pada (30/6/2019) tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Sarana Prasarana P-SMK Kemendikbud Drs. Haryono, MM dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah HR Alpha Amirrachman, M. Phil, P.hD.

Usai memberikan ucapan selamat dan dukungan penuh, Haryono juga mengingatkan para pengajar agar tidak melupakan kesehatan siswa-siswinya. Fasilitas di sekolah terus dikembangkan itu bagus, tetapi jangan lupakan juga kesehatan siswa.

“Siswa-siswi di sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya diberikan pengajaran seputar akademik dan non akademik, tetapi juga di jaga kesehatannya,” katanya. Sementara itu, H. R. Alpha Amirrachman juga mengatakan, karena ini Sekolah Menengah Kejuruan yang tergabung dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

“Saya berpesan agar tidak melupakan nilai-nilai agama, nilai-nilai Kemuhammadiyahan, ISMUBA nya juga,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar selalu menyertakan organisasi otonom Muhammadiyah seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan dan Tapak Suci dalam setiap kegiatan.

“Teruslah jaga nilai-nilai Kemuhammadiyahan kita, agar supaya nantinya ketika siswa lulus dari sekolah ini, mereka tidak hanya pandai, terampil dan siap bekerja. Tetapi juga berakhlakul karimah,” pungkasnya. (q cox, NH)

Reply