Maksimalkan Pelayanan Penanganan Covid-19, 40 Ventilator dan CPAP diserahkan ke 20 RS Rujukan di Jatim

SURABAYA (Suarapubliknews) – Berbagai upaya dan dukungan terus dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur untuk bisa memaksimalkan pelayanan penanganan Covid-19 di rumah sakit. Kali ini40 Ventilator dan Continous Positive Airway Pressure (CPAP) diserahkan kepada 20 Rumah Sakit Rujukan di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Selain Ventilator, juga diserahkan bantuan Alat Pelindung Diri bagi para tenaga medis dan paramedis antara lain berupa hazmat, face shield, masker, gloves, dan disinfektan.

Ke 20 rumah sakit yang mendapat bantuan tersebut diantaranya yaitu, Rumkital dr. Ramelan Surabaya, RSUD Sidoarjo, RSUD dr. Iskak Tulungagung, RSUD Gambiran Kediri,  RSUD Dr. Soegiri Lamongan, dan RS Bhayangkara Surabaya.

“Dengan adanya bantuan tambahan ventilator ini, maka per hari ini total kapasitas ventilator isolasi di Jatim mencapai 162. Atau naik 6 kali lipat dari 20 Maret dengan jumlah awal sebanyak 26 ventilator,” katanya.

Dengan semakin meningkatnya kapasitas ventilator isolasi yang ada di Jatim diharapkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 akan semakin meningkat, dan sebaliknya tingkat kematiannya bisa semakin menurun. Ini penting, dengan melihat adanya jumlah pasien positif Covid-19, ODP, maupun PDP yang jumlahnya masih terus meningkat .

“Dengan melihat data-data adanya kasus Covid-19 di Jatim, rasanya tantangan baru bagi kita semua adalah  memaksimalkan langkah preventif secara lebih masif  sambil  meningkatkan  layanan perawatan pasien Covid-19,” ungkap Khofifah.

Selain itu, orang nomor satu di Pemprov  Jatim ini juga menekankan atas pentingnya perlindungan bagi semua tenaga kesehatan sehingga bisa merasa aman saat bertugas saat melayani pasien Covid-19 maupun yang non Covid-19, mengingat peran  nakes ini merupakan garda terdepan dalam pelayanan Covid-19.

Untuk itu, pihaknya meminta para pimpinan RS segera mengkomunikasikan ke Pemprov jika memerlukan APD tambahan. Pemprov menyiapkan stok di BPBD  kabupaten/ kota. “Di Pemprov ketersediaan hazmat saat ini cukup, maka mohon dikoordinasikan ke kami jika perlu tambahan. Utamanya bagi 99 RS rujukan di Jatim. Kami juga siapkan stok di BPBD kabupaten/kota,” tuturnya.

Pemprov juga telah menyiapkan rumah singgah bagi para tenaga medis maupun paramedis. Ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk tetap memastikan kesehatan dan perlindungan  mereka.

Khofifah menambahkan, dalam rangka percepatan pelayanan penanganan Covid-19 pihaknya juga terus melakukan evaluasi atas skenario mitigasi yang akan dilakukan. Hal ini mencakup upaya 3T yaitu testing, tracing, dan treatment.

“Jadi prinsip 3T ini memang kita lakukan evaluasi secara terus menerus. Bahkan, saya sering diskusi dengan tim dokter  sampai dini hari untuk bisa terus mencari format penanganan paling efektif antara lain percepatan testing secara masif,  mendorong percepatan tracing serta treatment yang cepat,” tukas mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut skema mitigasi yang terukur akan sangat membantu percepatan melakukan testing baik melalui rapid tes maupun  PCR  tes. Dengan optimasi-optimasi yang sudah dilakukan tim laboratorium  diharapkan akan bisa dilakukan testing yang cepat dan luas serta diikuti tracing yang progresif.

“Dibutuhkan orkestrasi yang baik untuk bisa saling mengkoordinasikan guna meningkatkan berbagai pelayanan penanganan Covid-19. Sehingga, akan bisa berujung pada  menurunnya angka  penyebaran, menurunnya angka kematian serta  meningkatnya angka kesembuhan Covid-19 di Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan, bahwa bantuan ventilator Insya Allah akan datang lagi  dari Gugus Tugas Pusat yang  juga akan segera diberikan lagi pada RS rujukan di Jatim. Sedikitnya terdapat di 7 RS yang akan segera mendapat bantuan antara lain RSUD Sidoarjo, RSUD Lamongan, RSUD dr. Iskak Tulungagung, dan RSUD Gambiran Kediri.

“Alhamdulilah, hari-hari kedepan juga akan ada bantuan ventilator dari Gugus Tugas Pusat. Serta bantuan lainnya yang memungkinkan pelaksanaan testing yang lebih cepat seperti rapid tes maupun reagen PCR tes,” terangnya.

Di sisi ketersediaan sarana, Pemprov Jatim juga sudah dilakukan pengembangan ketersediaan bed isolasi. Salah satunya, yaitu beroperasinya RS infeksi atas dukungan Pemprov dan para donatur dimana sampai saat ini sudah bisa merawat 85 pasien.

“Kami juga terus mensupport pemanfaatan RS darurat Puslitbang Humaniora. Terlebih, perjanjiannya dengen Kemenkes telah selesai dan diharapkan mulai besok bisa digunakan. Sedikitnya, terdapat 40 kamar yang  minggu ini bisa digunakan untuk isolasi Covid-19  dan seterusnya akan dioptimasi sampai 500 bed bagi pasien gejala ringan sampai sedang,” urai Dirut RSUD Dr. Soetomo ini. (q cox, tama dinie)

Reply