Di Tengah Pademi Covid 19, Gubernur Khofifah Bersilaturahmi Idul Fitri Secara On Line

SURABAYA (Suarapubliknews) – Jelang Idul Fitri, Gubernur Jawa Timur meminta masyarakat untuk tidak melakukan tradisi lebaran berupa bersalaman secara langsung di tengah pandemi  Covid-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tali silaturahmi dan saling bermaaf-maafan tetap dapat terjalin ditengah situasi pandemi ini. Sebagai gantinya, lanjut dia, masyarakat bisa melakukannya dengan telepon, whatsapp, sms, video call, dan lain sebagainya.

“Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun ‘cipika-cipiki’. Dengan memanfaatkan teknologi silaturahmi bisa tetap erat, silaturahim bisa dilakukan online, tanpa harus ketemu secara fisik,” katanya.

Kondisi pandemi ini sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Dan juga tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat Lebaran. Dengan melaksanakan ibadah dan menjalin silaturahmi online dari rumah, berarti semua orang telah ikut menjaga orang terdekat dan terkasih agar bisa tetap sehat tanpa beresiko tertular virus.

Khofifah pun berharap masyarakat untuk bisa memahami dan membangun kesadaran masing-masing agar situasi di Provinsi Jatim bisa semakin kondusif dan terkendali. “Mari kita sambut Idul Fitri dengan semarak dan penuh sukacita, sekalipun situasi Indonesia tengah dirudung keprihatinan akibat darurat Covid-19 ini. Gemakan takbir diseluruh penjuru Jatim, tanpa harus berkeliling dan berkerumun,” pungkasnya. (q cox, tama dinie)

Reply