Manfaatkan Fasum di Masa Pandemi, Warga Surabaya Tanam ‘Bunga Telang’ yang Kaya Manfaat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Warga RT 11 RW 04 Penjaringan Sari memanfaatkan fasilitas umum di dalam kompleks perumahan untuk melakukan aktifitas bersama, yakni kegiatan bercocok tanam beberapa jenis tanaman yang bermanfaat seperti buah, sayuran dan palawija.

Lahan fasum seluas 4000 m2 ini, awalnya hanya ditumbuhi tanaman peneduh jenis Sonokembang, namun dimotori Abdul Rahman selaku Ketua RT 11 RW 04, kini warga juga menanam ‘Bunga Telang’ dengan nama latin Clitoria Ternatea.

“Kami mencoba memanfaatkan fasum yang ada dengan menanam tanaman yang bisa dimanfaatkan langsung oleh warga,” jelas Ir.Putut Pandu Purwoko, Ketua RW IV Penjaringan Sari, Rungkut Surabaya. Minggu (6/09/2020)

Menurut Putut, tanaman Bunga Telang di lahan sekitar balai RT 11 yang menjalar tersebut sekarang tumbuh subur memagari Balai RT 11 RW 04 Penjaringan Sari, Rungkut Surabaya . Daunnya yang hijau segar dengan bunga berwarna ungu merupakan pemandangan yang indah.

“Kami menanam bunga telang karena manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Cara penyajian juga gampang. Cukup bunganya diseduh air panas. Kalau dicampur jeruk lemon dan madu akan lebih sedap dan semkain bagus untuk daya tahan tubuh,” ujar Abdul Rachman, Ketua RT 11 RW 04 Penjaringan Sari.

Dia menerangkan bahwa setiap pagi warga RT 11 punya kegiatan rutin, yaitu memetik bunga telang. Belasan warga setiap pagi sekitar jam 06.00 sudah terlihat mengintari tanaman Bunga Telang di sekitar Balai RT untuk memetik bunganya.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu, kata dia, tetapi juga bapak-bapak, karang taruna dan anak-anak. Bunga telang yang dipetik dijemur lalu dikemas.

“Seru metiknya. Karena bunga kadang tersembunyi dibalik tumpukan daun,” ujar Ibu Endang, warga RT 11 RW 04 Penjaringan Sari. “Kegiatan memetik bunga telang ini ternyata membuat suasana kampung menjadi lebih guyup,” imbuhnya.

Menurut dia, setiap pagi warga RT 11 berkumpul memetik satu per satu bunga berwarna ungu tersebut, dan kegiatan metik bunga telang pagi itu menjadi momen istimewa karena Jiyoung Kim, warga Korea Selatan yang sudah setahun lebih tinggal di Surabaya hadir dalam kegiatan tersebut.

“Bunga cantik. Seru sekali kegiatan warga disini,” ujar perempuan yang biasa dipanggil Ji itu. Pagi itu setelah memetik bunga telang, Ji juga diajak menyantap aneka makanan berbahan bunga telang, termasuk minum segar bunga telang, “minuman cantik, warna ungu dan segar. Saya suka sekali,” ujar Ji setelah menikmati minum teh bunga telang campur jeruk dan madu.

Jiyoung Kim, warga Korea Selatan yang sudah setahun lebih tinggal di Surabaya

Tidak hanya itu, jika awalnya bunga telang yang dipetik hanya dijadikan teh atau minuman sehat, sekarang ibu-ibu RT 11 lebih kreatif lagi. Bunga telang diolah untuk beberapa makanan atau minuman lainnya. Ada yang diolah menjadi pudding, kue dadar gulung atau dawet. Ada yang membuat nasi bakar ungu dengan pewarna alami bunga telang.

“Ada yang menjadi bahan campuran makanan atau minum. Ada juga yang dijadikan pewarna alami,” ujar Endang, warga RT 11 RW 04 Penjaringan Sari, Rungkut Surabaya. Saat ini hamper setiap rumah di RT 11 RW 04 Penjaringansari, Rungkut Surabaya ditanami bunga telang. “Tumbuhnya cepat. Dan ngerawatnya mudah,” lanjut bu Ali H.

Untuk diketahui, bunga telang yang memiliki nama latin Clitoria ternatea ini merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis Asia yang tumbuh di Ternate, Maluku Utara. Tanaman termasuk dalam family Fabacea ini sering disebut sebagai butterfly pea yang dengan kelopak berwarna ungu.

Buahnya polong dengan biji serupa kacang hijau. Bunga telang mengandung tannin, flobtanin, saponin, flavanol,karbohidrat dan protein. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, selain sebagai tanaman hias tanaman ini dikenal sebagai obat mata dan pewarna makanan yang memberi warna ungu atau biru.

“Dari kandungan fitokimia bunga telang berpotensi sebagai antioksidan, antibakteri, antiparasit, antidiabetes, antikanker, antihistamin, immunomodulator dan berperan dalam susunan syarat pusat,” jelas Wawan Some dari Komunitas Nol Sampah Surabaya.

Lulusan Biologi Fakultas Sains Teknologi Universitas Airlangga tersebut juga menjelaskan banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat dari bunga telang.

“Tidak hanya bunganya. Daun dan akarnya juga berpotensi sebagai obat. Karena itu perlu keterlibatan Perguruan Tinggi untuk mengkaji kandungan dan manfaat dari bunga telang,” ujar Wawan Some saat ditemui menemani warga memetik bunga telang di RT 11 RW 04 Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya.

Bunga ini dimanfaatkan sebagai pewarna makanan atau kue. Kembang telang memiliki beberapa senyawa kimia seperti fenol, delphirridin, triglucoside, alkaloid, flavonoid, saponin, sulfur, dan ca-oksalat.

Bunga telang diolah untuk beberapa makanan atau minuman lainnya

Pada bagian daunnya ada lagi kandungan senyawa seperti kaemferol 3-glukoside dan triterperroide. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari kembang telang, berikut ulasannya:

1. Bersifat Diuretik

Kandungan senyawa kembang telang mempunyai kemampuan untuk melancarkan air seni. Caranya mudah, rebus 0,3 g akar kembang telang kering dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

2. Pembasmi Racun

Teh herbal yang terbuat dari kembang telang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan racun-racun yang terdapat dalam sistem pencernaan. Cara pembuatannya cukup mudah, yaitu dengan menyeduh kembang telang sebanyak 2, hingga 3 kuntum dengan air panas, biarkan +/- 10 menit. Ramuan tersebut sudah siap untuk dikonsumsi. Untuk menambah cita rasa teh, kita bisa menambahkan madu atau perasan jeruk lemon ke dalamnya.

3. Melancarkan Haid (via collegemagazine.com)

Ramuan herbal dengan manfaat kembang telang juga dipercaya mampu mengobati gangguan infertilitas, maupun masalah haid yang tidak lancar. Darah yang kotor bisa menjadi pemicu timbulnya berbagai gangguan penyakit kulit seperti timbulnya bisul. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa memanfaatkan akar dari kembang telang putih yang direbus lalu meminumnya secara rutin. Ramuan ini dipercaya mampu untuk mencuci darah.

4. Mengobati Penyakit Kulit Seperti Bisul Juga Jerawat

Timbulnya bisul (abses) pada bagian tubuh dapat kita atasi salah satunya adalah dengan menggunakan ramuan yang berasal dari kembang telang biru yang ditumbuk bersama dengan gula jawa. Gunakanlah hasil tumbukan tersebut sebagai obat balur pada daerah yang terkena bisul. Lakukan hingga bisul sembuh. Sedangkan untuk mengobati jerawat, haluskan daun, akar atau bunga serta lalu berikanlah pada area jerawat yang mau diobati.

5. Pembersih Mata dan Menyembuhkan Mata Merah (via pexels.com)

Manfaat kembang telang telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai obat untuk gangguan penglihatan, seperti mata merah atau sakit mata lainnya. Selain itu, khasiat dari kembang ini dipercaya mampu membantu penglihatan lebih cerah. Caranya dengan mencampurkan 5 bunga telang dengan 50ml air. Proses tersebut akan menciptakan air berwarna biru yang kental. Setelah itu, saringlah air tersebut agar terhindar dari pecahan-pecahan bunga yang terendam. Barulah setelahnya, kita dapat menggunakan perasan air yang telah disaring sebagai obat tetes mata.

6. Menghitamkan dan menguatkan rambut (via pexels.com)

Selain itu, kembang telang juga berkhasiat untuk memperkuat serta menghitamkan rambut kamu loh girls. Cara tersebut dapat diakukan lewat langkah menghaluskan bunga serta dipakai untuk pengganti shampo.

7. Mengobati Sakit Telinga

Untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada bagian telinga, kamu bisa memanfaatkan daun dari tamanan ini. Caranya adalah dengan mengoleskan air perasan yang terbuat dari beberapa helai daun telang dengan dicampurkan sedikit garam pada bagian telinga yang terasa sakit. Lakukan hal tersebut secara teratur.

8. Mengobati Bronchitis (via canadacleaningcrew.com)

Bronchitis atau peradangan pada saluran pernafasan bisa kita atasi dengan menggunakan ramuan herbal yang berasal dari akar tanaman telang. Caranya adalah dengan merebus +/- 30 hingga 60 gram akar telang dengan menggunakan 4 gelas air bersih hingga kadar air tersebut tinggal separuhnya saja. Konsumsi air rebusan tersebut dalam kondisi dingin pada pagi dan malam hari masing-masing 1 gelas. (q cox, W.Some)

Reply