Menerawang Rekom PDIP untuk Pilwali Surabaya yang Kian Sulit Diprediksi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Perhelatan Pilkada Surabaya 2020 masih terus menjadi teka-teki, karena hingga saat ini PDIP sebagai partai pemenang belum juga mengumumkan rekom resminya meski tahapan Pemilu akan digelar beberapa bulan lagi.

Melihat situasi dan kondisi politik di Kota Surabaya saat ini, Surochim Abdul Salam peneliti senior SSC sekaligus dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM), mengatakan bahwa rekom PDIP tetap akan menjadi penentu peta Pilwali Surabaya 2020.

Menurut Surochim, jika PDIP akhirnya memberikan rekom kepada Machfud Arifin (MA) maka Pilkada Surabaya bisa dianggap selesai, namun Jika PDIP mengusung calon sendiri diluar MA, maka masih seru dan kompetitif.

“Pertarungan bisa sengit dan akan menjadi kontestasi yang juga penuh drama,” ucap Surochim saat di wawacarai langsung media ini di salah satu Hotel ternama di Surabaya. Rabu (15/07/2020)

Tidak hanya itu, Surochim juga mengatakan jika rekom L1 jatuh ke kader PDIP maka ada kemungkinan wakil walikota (L2) dari nonkader. “Dan peluang birokrat menguat,” tandasnya.

Surochim juga memperkirakan jika angka partisipasi Pilwali Surabaya 2020 kemungkinan turun drastis jika KPU tidak sungguh-sungguh bisa memastikan safety dan security covid-19 untuk Pemilu 9 Desember.

Ditanya soal peta pemilih, Surochim dengan yakin mengatakan jika pemilih swing dan undecided voters akan menjadi penentu Pilwali Surabaya jika PDIP mengajukan calon asal kader. (q cox)

Reply