Menteri Desa PDTT Diskusikan Pembangunan Desa Bersama ITS

SURABAYA (Suarapubliknews) – Sebagai salah satu penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah berkomitmen untuk selalu berinovasi demi kemaslahatan manusia.

Kali ini, ITS bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI melakukan diskusi guna mendukung pembangunan tata ruang serta pengembangan Sustainable Development Goals (SDGs) desa di seluruh Indonesia.

Menteri Desa PDTT Dr HC Drs Abdul Halim Iskandar MPd mengatakan, pada dasarnya Kementerian Desa PDTT telah menyusun suatu kebijakan yang berfokus pada ranah SDGs dan tata ruang desa. Kebijakan tersebut akan menciptakan suatu desa tanpa adanya kemiskinan. “Namun, kami mengevaluasi bahwa terdapat beberapa rintangan yang harus kami lewati terlebih dahulu,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Gus Halim mencontohkan beberapa kabupaten di Papua yang memiliki kesulitan jaringan sinyal hingga listrik. Selain Papua, terdapat beberapa desa yang tergolong terlalu konvensional disebabkan minimnya teknologi inovatif yang dimiliki desa-desa tersebut. “Karena problematika itu, kami memerlukan bantuan dari segala pihak guna mewujudkan program ini,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng menjelaskan bahwa ITS memiliki berbagai macam pusat kajian yang senantiasa membantu menyukseskan program tersebut. Pusat kajian tersebut meliputi Pusat Kajian SDGs; Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI); serta pusat-pusat kajian lainnya. “ITS memiliki banyak sekali wadah yang tentu dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat desa,” jelasnya.

ITS tidak hanya mengusung ide, namun juga telah berhasil mengimplementasikan ide tersebut kepada masyarakat luas. Ide yang terealisasi tersebut antara lain Gerakan 1.000 Desain Kemasan One Pesantren One Product (OPOP), Ocean Farming ITS (OFITS), dan beberapa ide lainnya. “Kami juga sekarang dalam mengembangkan Tablet DigITS, yakni tablet khusus berisi materi perguruan tinggi untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, Gus Halim berharap bahwa ITS akan terus memberikan kontribusi yang nyata kepada desa-desa yang ada di Indonesia. Ia juga mengekspresikan kebahagiaannya atas kepedulian ITS yang intens kepada kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia. “Sudah saatnya desa di Indonesia memiliki sentuhan teknologi dan inovasi. Semoga ITS akan senantiasa terus mendukung perkembangan desa Indonesia,” pungkasnya. (Q cox, tama dini)

Reply