Nadiem Makaraim Raih Nikkei Asia Prize

TOKYO, JEPANG (Suarapubliknews) – Pendiri dan Ceo Gojek, Nadiem Makarim dianugerahi penghargaan “Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis”. Nadiem menjadi tokoh teknologi penerima penghargaan termuda se-Asia di sepanjang sejarah Nikkei Asia Prize.

Pendiri dan Ceo Gojek, Nadiem Makarim mengatakan suatu kehormatan untuk menerima penghargaan dari Nikkei, salah satu institusi paling berpengaruh di Jepang, yang telah diakui oleh banyak pemimpin dari Asia.

“Sejak awal mendirikan Gojek, kami selalu berusaha untuk mempermudah hidup masyarakat dengan menggunakan teknologi. Saya bersyukur menjadi bagian dari tim inovatif yang mampu mewujudkan berbagai hal menjadi mungkin setiap harinya,” katanya.

Nikkei Asia Prize diberikan oleh Nikkei Inc. sejak 1996 untuk para individu maupun organisasi yang dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa bagi pengembangan kawasan dan membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia.

Penghargaan Nikkei Asia Prize hadir dalam tiga kategori: Inovasi Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Budaya dan Masyarakat. Nadiem menjadi anak bangsa pertama yang berhasil meraih penghargaan bergengsi pada kategori ini.

“Seluruh pencapaian Gojek merupakan hasil kerja keras para mitra driver, mitra merchant, serta penyedia layanan kami, yang telah memberikan manfaat luar biasa bagi jutaan masyarakat pengguna layanan aplikasi kami,” papar Nadiem.

Ia berharap Gojek untuk terus bertumbuh dan berkontribusi lebih banyak lagi di negara-negara tempat mereka beroperasi, dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan menciptakan dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Nikkei Asia Prize meliputi penghargaan senilai USD30.000 (sekitar Rp430 juta) yang akan disumbangkan Nadiem Makarim untuk membantu biaya pendidikan anak dari para mitra driver Gojek di Indonesia. Gojek akan menggandakan donasi tersebut sehingga terdapat total dana sebesar USD60.000 (sekitar Rp860 juta) yang akan disalurkan untuk bantuan biaya pendidikan anak para mitra driver.

Beberapa tokoh Indonesia yang sebelumnya telah mendapatkan penghargaan Nikkei Asia Prize antara lain Bapak Kependudukan Indonesia Prof. Dr. Widjojo Nitisastro (1996, kategori pertumbuhan regional), Christine Hakim (2002, kategori kebudayaan), Dr. Laretna T. Adishakti (2009, kategori kebudayaan) serta Ki Manteb Soedarsono (2010, kategori kebudayaan). (q cox, Tama Dinie)

Reply