Ngabuburit Asyik Sambil Belajar Indonesian Islamic Art Museum

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ngabuburit akan jauh lebih bermakna jika bisa dapat pengetahuan baru. Apa lagi jika pengetahuan tersebut mengenai sejarah Islam. Seperti yang ditawarkan Indonesian Islamic Art Museum di Trans Studio Ngagel.

Marketing Manager Holding Dtopeng Kingdom Museum Grup, Yulianto mengatakan mengisi Ramadan kali ini Indonesian Islamic Art Museum yang terletak di Wisata Bahari Lamongan mengelar mini ekhibition.

“Keberadaan kami di Trans Studio kali ini, selain untuk mengedukasi sambil berekreasi di mall terutama pada saat ngabuburit, kami berkeinginan untuk Syiar tentang Islam dan tentunya mendekatkan diri kepada masyarakat khususnya di Surabaya,” katanya.

Mengusung konsep fun edutaiment, Indonesian Islamic Art Museum mengajak pengunjung lebih mengenal tentang museum yang bercerita tentang perjuangan nabi dan penyebaran siarnya hingga ke Nusantara.

“Indonesian Islamic Art Museum sebagai museum yang berbasis digital IT dengan 3D Augmented Reality mengenalkan sejarah Islam melalui beberapa banner yang kami bawa. Sehingga pengunjung tidak serta merta melupakan cerita tersebut namun tetap diingat dalam memory fotonya yang unik,” lanjut Yulianto.

Melalui program Museum Goes To Mall, Indonesian Islamic Art Museum mengajak beberapa sekolah yang menyelenggarakan pondok pesantren kilat berpindah ke dalam Trans Studio Ngagel. Sehingga siswa tak hanya memperdalam agama namun juga dapat bergembira.

“Kami bekerjasama dengan beberapa sekolah yang mengajak siswanya pondok pesantren kilat disini. Siswa dapat menikmati sejarah Islam secara langsung melalui instalasi yang kami sediakan serta bermain seusai belajar diarea Trans Studio,” paparnya.

Sesuai dengan visi misi yayasan yaitu museum sebagai tempat belajar yang menyenangkan, edukatif, having fun dan modern, museum dapat diterima dan disukai masyarakat khususnya generasi muda.

“Dalam hal ini kami ingin menyampaikan bahwa Islam kita (di Indonesia) berbeda dengan negara lainnya. Masuknya Islam dengan membaur dalam keseharian masyarakat melalui tradisi dan budaya setempat menjadikan Islam Indonesia seperti keinginan Nabi Muhammad SAW yang tidak membeda – bedakan ras dan suku bangsa semua sama di mata Allah SWT,” tandas Yulianto. (q cox, Tama Dinie)

Reply