SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Literasi dan edukasi investasi pasar modal kini mulai dikemas lebih santai mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda. Melalui program “NGOPI SORE” atau Ngobrol Seputar Investasi Saham, Obligasi, dan Reksadana, masyarakat diajak belajar investasi sambil nongkrong di coffee shop.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara PT BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, dan PT Pegadaian Regional Jawa Timur yang digelar di The Gade Coffee & Gold. Konsep edukasi ini menyasar pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dengan suasana nonformal sambil menikmati kopi gratis.
Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Taufan Febiola, mengatakan edukasi investasi perlu mengikuti pola interaksi masyarakat saat ini. “Edukasi investasi harus mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat, terutama anak muda yang ingin lepas dari konsep formal. Itu sebabnya tempat ini menjadi ruang memperkuat investasi,” ujarnya.
Menurut Taufan, konsep coffee shop dipilih karena kini menjadi ruang berkumpul dan berdiskusi generasi muda. “Kalau di kampus sudah ada galeri investasi, di sekolah ada galeri edukasi. Tapi masyarakat umum membutuhkan tempat belajar yang lebih santai dan nyaman,” katanya.
Program NGOPI SORE digelar rutin setiap Jumat dengan menghadirkan diskusi seputar saham, obligasi, reksadana, hingga produk pasar modal lainnya.
Selain untuk investor pemula, kegiatan ini juga terbuka bagi trader berpengalaman yang ingin mendapatkan market update, konsultasi portofolio, hingga edukasi produk investasi seperti gadai efek. “Kegiatan belajar investasi saham sambil ngopi gratis ini terbuka untuk semua. Mulai investor pemula sampai trader berpengalaman,” jelasnya.
Ia juga menegaskan akan rutin hadir langsung dalam kegiatan tersebut agar masyarakat memiliki ruang belajar investasi yang konsisten dan mudah diakses. “Saya sendiri akan rutin ngantor di sini supaya masyarakat punya tempat belajar investasi yang konsisten dan mudah diakses,” tegasnya.
Regional Funding M-Transaction BRI Surabaya, Ery Wicaksono, menyebut konsep edukasi ini sejalan dengan transformasi bisnis BRI yang kini mulai menyasar segmen urban dan formal. “Harus diakui, dari bisnis yang rural kini menyasar urban. Sudah jelas, transformasi BRI menyasar sektor formal, sebagaimana program Ngopi Sore ini berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi investasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan investasi jangka panjang.
Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, mengatakan Galeri Investor Cafe tersebut pertama kali diresmikan pada 2022 dan menjadi Galeri Investasi BEI ke-24 di Surabaya. “Harapannya masyarakat Surabaya punya media belajar investasi saham yang santai, tidak formal, sambil ngopi gratis,” katanya.
Cita juga mengungkapkan pertumbuhan investor pasar modal nasional terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, target investor baru nasional tahun ini awalnya ditetapkan dua juta investor, lalu dinaikkan menjadi lima juta investor.
Namun hingga empat bulan pertama 2026, jumlah investor sudah mencapai 5,6 juta investor dengan kontribusi Jawa Timur sekitar 10 persen. “Dengan adanya Galeri Investor Cafe ini kami berharap literasi dan jumlah investor pasar modal di Jawa Timur bisa terus meningkat,” ujarnya.
Vice President Pegadaian Regional Surabaya, Alfafatih Rosada, mengatakan konsep edukasi berbasis komunitas seperti NGOPI SORE menjadi langkah efektif untuk mendekatkan literasi investasi kepada masyarakat.
Menurutnya, coffee shop kini telah bertransformasi bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi juga ruang produktif untuk belajar dan berdiskusi. “Café telah bertransformasi, seperti work from anywhere. Maka café kami pilih sebagai tempat meningkatkan literasi-edukasi investasi bagi anak-anak muda,” ujarnya.
Ia menambahkan Pegadaian juga terus memperluas edukasi dan branding investasi melalui berbagai komunitas dan kegiatan di daerah. Kolaborasi antara lembaga keuangan, pasar modal, dan ruang publik seperti coffee shop diharapkan mampu menciptakan ekosistem edukasi investasi yang lebih dekat, santai, dan mudah dijangkau masyarakat luas. (feb, tama dini)












