OJK Dukung Peningkatan Literasi Dan Inklusi Keuangan Para Guru

SURABAYA (Suarapubliknews) – Otoritas Jasa Keuangan menyelenggarakan webinar series literasi keuangan kepada 1.000 tenaga pengajar yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jawa Timur dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 76.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi mengatakan kegiatan dengan tema “Bagimu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” merupakan bentuk apresiasi OJK kepada para guru yang berperan sebagai katalis percepatan pemerataan literasi keuangan di tingkat pelajar.

“Sekaligus sebagai upaya untuk mencapai target

inklusi keuangan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar 90% pada Tahun 2024,” katanya

Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK telah merumuskan Strategi Pendekatan Program Literasi dan Edukasi Keuangan berdasarkan beberapa pendekatan.

“Mengacu pada strategi tersebut, dalam pelaksanaan Webinar Series ini kami akan memfokuskan pada penyampaian materi mengenai Pengenalan OJK, Waspada Pinjaman Online dan Investasi Ilegal serta Pengenalan Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), mengingat berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2019, tingkat literasi Pasar Modal dan IKNB masih tergolong rendah di bawah sektor Perbankan. Tingkat literasi sektor Pasar Modal sebesar 4,92%, sektor Perasuransian sebesar 19,4% dan sektor Lembaga Pembiayaan sebesar 15,17%, sedangkan untuk sektor Perbankan sebesar 36,12%. Selain itu, webinar series ini bertujuan untuk menghasilkan duta-duta literasi dan edukasi keuangan sebagai perpanjangan tangan dari OJK untuk membantu menyampaikan informasi tentang OJK, Waspada Pinjaman Online dan Investasi Ilegal serta Pengenalan Pasar Modal dan IKNB untuk lingkup Jawa Timur,” papar Bambang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ramliyanto sangat mengapresiasi para guru yang selalu mengembangkan kompetensi kecerdasan finansial melalui kegiatan webinar series ini.

“Kami sering mendapatkan laporan dari para Kepala Sekolah, para Kepala Dinas (Kabupaten/Kota) tentang para guru yang menjadi korban investasi bodong,

pinjaman online dan lembaga keuangan yang tidak jelas legalitasnya” katanya

Pentingnya kegiatan ini karena para guru tidak hanya menjadi tempat jujugan (tujuan) para siswa-siswi bertanya, namun masyarakatpun menjadikan guru sebagai rujukan untuk bertanya terkait penawaran investasi dan sebagainya karena banyak guru yang menjadi tokoh dan panutan dalam komunitas. (q cox, tama dinie)

Reply