Peristiwa

Orasis Art Space Angkat Isu Konservasi Seni, Soroti Tantangan dan Kurangnya Kesadaran Publik

74
×

Orasis Art Space Angkat Isu Konservasi Seni, Soroti Tantangan dan Kurangnya Kesadaran Publik

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Upaya menjaga keberlanjutan karya seni di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya perawatan karya.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam program publik yang digelar Orasis Art Space bersama Ruang Rawat Seni dalam rangkaian pameran Segue #3: Amang Rahman – Emanasi.

Mengusung tema “Tantangan dan Peluang Konservasi Seni di Indonesia,” program ini mengajak publik memahami pentingnya konservasi dan restorasi sebagai bagian dari pelestarian nilai sejarah, budaya, dan estetika dalam karya seni.

Di tengah berkembangnya ekosistem seni, praktik konservasi dinilai belum menjadi perhatian utama, baik oleh publik maupun pelaku seni. Padahal, tanpa perawatan yang tepat, karya seni berisiko mengalami kerusakan yang dapat menghilangkan nilai historis dan artistiknya.

Melalui program ini, peserta diajak memahami dasar-dasar konservasi, mulai dari konsep hingga tantangan yang dihadapi dalam praktiknya.

Program ini menghadirkan konservator seni asal Italia, Michaela Anselmini, yang memiliki pengalaman di bidang restorasi dan konservasi seni di Eropa. “Penting untuk melakukan pendekatan berkelanjutan dalam merawat karya seni agar tetap relevan dan dapat dinikmati lintas generasi,” katanya.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman internasional, kehadirannya memberikan perspektif global terhadap praktik konservasi yang masih berkembang di Indonesia.

Program ini berlangsung dalam dua sesi, dengan pendekatan teori dan praktik. Sesi pertama menghadirkan pengantar mengenai konservasi seni, sementara sesi kedua berfokus pada studi kasus karya pelukis Amang Rahman melalui presentasi visual.

Peserta diajak memahami proses penanganan karya secara langsung, sehingga tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif.

Diskusi dipandu oleh Rizki A. Zaelani, kurator seni yang telah lama berkecimpung di dunia kuratorial Indonesia. Dengan pengalaman di berbagai institusi seni, termasuk Galeri Nasional Indonesia, kehadirannya memperkuat kedalaman diskusi dalam melihat konservasi sebagai bagian dari ekosistem seni yang lebih luas.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian pameran Segue, yang menjadi inisiatif Orasis Art Space dalam merawat dan menghidupkan kembali jejak para seniman di Surabaya dan sekitarnya. Pameran Segue #3: Amang Rahman – Emanasi sendiri masih berlangsung hingga 19 April 2026.

Ke depan, program ini juga akan dilanjutkan melalui penerbitan buku trilogi yang mengarsipkan karya dan pemikiran para seniman, sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah seni rupa Indonesia.

Melalui program ini, penyelenggara berharap dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi seni sebagai bagian dari ekosistem budaya. Dengan pemahaman yang lebih luas, karya seni tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga tetap hidup dan relevan dalam perkembangan zaman. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *