NasionalPeristiwa

UNAIR dan UNCEN Adu Gagasan Bangun Desa Wisata Patakbanteng di Genera-Z Berbakti 2026

335
×

UNAIR dan UNCEN Adu Gagasan Bangun Desa Wisata Patakbanteng di Genera-Z Berbakti 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi pengabdian masyarakat dalam program Genera-Z Berbakti 2026 yang digagas Bakti BCA.

Dalam program tersebut, mahasiswa dari Universitas Airlangga dan Universitas Cenderawasih akan bersaing menawarkan solusi terbaik untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan desa wisata tersebut.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan Genera-Z Berbakti menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat desa.

“Genera-Z Berbakti diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi generasi muda untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat lokal. Kami berharap para finalis dapat memberikan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan ide-ide yang diusung di hadapan panelis,” ujarnya.

Menurut Hera, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bakti BCA dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan inovasi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga penguatan kapasitas dan ekonomi masyarakat lokal secara inklusif.

Terletak di lereng Gunung Prau pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, Desa Patakbanteng dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama pendakian Gunung Prau sekaligus masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM, namun masih menghadapi sejumlah persoalan sosial dan lingkungan.

Beberapa tantangan yang dihadapi desa tersebut antara lain pengelolaan sampah yang belum terpadu, tingginya angka stunting, rendahnya partisipasi warga dalam layanan kesehatan, masalah kesehatan mental, angka putus sekolah yang masih tinggi, minimnya pelestarian budaya lokal, keterbatasan kemampuan bahasa Inggris pelaku wisata, hingga menurunnya jumlah petani.

Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, tim mahasiswa Universitas Airlangga yang mengusung nama Amerta Pertiwi menawarkan program berbasis pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut meliputi pembangunan Rumah Kompos dengan sistem pengelolaan sampah terpadu, Rumah Bibit berbasis energi terbarukan, serta Rumah Inovasi yang mencakup dapur stunting, layanan konseling, perpustakaan desa, hingga digitalisasi UMKM melalui QRIS.

Sementara itu, tim LESTARI dari Universitas Cenderawasih menghadirkan sejumlah program yang berfokus pada penguatan kesehatan masyarakat dan lingkungan berkelanjutan. Program yang diusulkan meliputi pengelolaan sampah terpadu melalui TRASHFORMER, edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita melalui NutriMom, skrining kesehatan terpadu CEHATI, serta platform digital Desasehat.id untuk pemantauan stunting dan hipertensi masyarakat desa.

Babak final Genera-Z Berbakti 2026 yang mempertemukan kedua tim akan ditayangkan pada pertengahan Juni melalui kanal YouTube Solusi BCA dan sejumlah mitra program. Selain penilaian dewan panelis, masyarakat juga dapat memberikan dukungan melalui voting untuk kategori Fan Favourite Team yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 melalui akun Instagram resmi BCA. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *