Pansus LKPJ DPRD Surabaya Menyoal Raibnya Angka 1 Miliar, Ini Jawaban PD Pasar Surya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Menggelar rapat bersama PD Pasar Surya, Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Surabaya Akhir Tahun Anggaran 2020 menyoroti item pendapatan operasional dan pengembangan pasar realisasi tahun 2019 dan 2020.

Dalam laporan tersebut, realisasi untuk tahun 2019 senilai Rp.1, 368 Miliar namun pada realisasi untuk tahun 2019 hanya tertulis Rp.275, 113 Juta. Penurunan tajam di angka inilah yang dipertanyakan Pansus LKPJ.

“Itu sangat penting yang saya tanyakan kepada PD Pasar Surya. Angka 1 M (Miliiar) itu saya tanyakan dimana,” ujar Anas Karno Ketua Pansus LKPJ Walikota Surabaya Akhir Tahun Anggaran 2020. Rabu (14/04/2020) usai rapat.

Menurut Anas, pertanyaan tersebut harusnya dijawab secara konkrit dan jelas. Tetapi jawaban dari Dirut PD Pasar Surya menjelaskan jika itu laporan rugi labanya. “Tetapi dari tahun 2019 ke tahun 2020, angka 1 M (Miliar) itu posisinya apa, seharusnya diterangkan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Anas, Pansus LKPJ meminta PD Pasar Surya harus reponsif mengenai perkembangan pasar, termasuk Direksinya. Apalagi di masa pandemi covid-19, seharusnya bisa lebih berinovasi.

“Kita menyadari memang karena situasi di masa pandemi covdi-19, tetapi laporannya harus detail, konkrit dan jelas,” pungkas Anas.

Menanggapi hal ini, Plt Direktur Teknik dan Usaha Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Muhibuddin mengatakan, bahwa laporan yang sudah diberikan kepada Pansus LPKJ sesuai dengan aturan PD Pasar Surya.

“Mungkin Pansus tadi bilang perlu intensif lagi komunikasi dengan PD Pasar,” ujar Muhibuddin.

Hal itu, menurut dia, agar supaya persepsi seperti itu bisa dikurangi bahkan laporan yang sudah di audit oleh akutan publik sesuai dengan aturan yang ada di Standart Akuntansi Akuntan Publik.

“Sebenarnya yang sudah kita lakukan untuk tahun 2019 dan 2020 sudah menghasilkan,” terang Muhibuddin.

Meskipun sesuatu yang sudah menghasilkan, kata dia, perlu penyampaian yang bagus dan baik agar supaya persepsi orang lain terkait dengan hasil yang sudah tercapai itu bisa sama. “Jangan sampai sesuatu yang baik itu dianggap kurang baik,” katanya.

Muhibuddin menegaskan, kalau kurang baik pihaknya mengakuinya. Kalau sempurna tidak mungkin, tetapi dirinya menilai sudah lebih baik daripada sebelumnya. “Kita sudah baik daripada sebelumnya,” ungkap Muhibuddin.

Disinggung soal angka 1 M (Miliar), Muhibuddin menjelaskan jika itu bukan hilang tetapi catatan transaksi tahun 2019 dan 2020. Dia mencontohkan, kalau barangnya sudah laku 2019 tidak bisa dijual lagi ditahun 2020.

“Jadi itu bukan sesuatu yang hilang, karena yang kita bahas tadi laporan laba rugi bukan neraca,” pungkas Muhibuddin. (q cox, Irw)

Reply