Pengamat: Menunggu Rekom PDIP, Partai Lain di Surabaya Bisa Ketinggalan Momentum

SURABAYA (Suarapubliknews) – Rekom dari DPP PDIP untuk pasangan Bacakada Surabaya masih terus menjadi teka-teki, meski pelaksanaan tahapan pendaftaran di KPU semakin dekat.

Surochim Abdul Salam peneliti senior SSC sekaligus dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM), mengatakan bahwa kondisi ini membuat partai lain gamang untuk memunculkan poros baru di perhelatan Pilwali Surabaya, karena dengan perolehan 15 kursi posisi PDIP tidak memerlukan koalisi untuk mengusung jagonya.

Lantas bagaimana dengan partai lainnya? Surochim menyarankan agar segera membangun komunikasi untuk tujuan koalisi. Artinya, tidak harus menunggu rekom dari PDIP agar tidak ketinggalan momentum.

“Sebaiknya partai lain jangan gamang melangkah sehingga ada kesan tersandera oleh keluar dan tidaknya rekom dari PDIP. Kecuali memang ada rencana untuk bergabung,” ucapnya kepada media ini. Jumat (10/01/2019)

Namun Surochim tidak menampik jika rekom PDIP menjadi penting bagi partai lain untuk memutuskan koalisi atau jadi penantang di Pilwali Surabaya 2020.

“Ibarat pertandingan, PDIP adalah juara bertahan. Jadi wajar jika menjadi pusat sentrum dalam pencalonan dan menjadi pertimbangan semua partai. Peta akan terang jika rekom segera dikeluarkan, tetapi kalau tidak bagaimana?” tuturnya.

Maka, Surochim kembali menyarakan agar partai lain segera membuka jalan baru karena belakangan PDIP memiliki tradisi mengeluarkan rekom untuk Surabaya di detik-detik terakhir jelang pendaftaran dibuka.

“Lebih baik segera mengkalkulasi membangun koalisi sendiri agar cukup waktu. Jadi tidak ketinggalan kereta,” pungkasnya. (q cox)

Reply