Perempuan Sebagai Bagian Tenaga Kerja Abad 21 yang Kompetitif

SURABAYA (Suarapubliknews) – Konsulat Jenderal AS Surabaya bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya dan Cargill Indonesia mengangkat pentingnya pemberdayaan perempuan dan dalam pembelajaran, tenaga kerja, dan kepemimpinan sebagai bagian dari pengembangan tenaga kerja Indonesia di abad ke-21.

Pemimpin Global HR Solutions Market untuk Cargill Indonesia, Filipina dan Korea Selatan Chika Hutauruk mengatakan dengan contoh pribadinya bahwa perempuan Indonesia dapat memimpin perusahaan-perusahaan internasional Fortune 500 dan mendorong kesuksesan orang lain.

Chika berbagi kiat sukses pribadinya dengan para peserta dan menjelaskan bahwa strategi perusahaan Cargill untuk sukses didasarkan pada penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dengan pengaturan kerja yang fleksibel, keseimbangan kerja-keluarga, dan peluang belajar dan membimbing untuk menangkap kekuatan dan peningkatan kemampuan bakat yang berasal dari keanekaragaman.

“Tenaga kerja yang beragam menghadirkan beragam pemikiran dan gagasan yang memperkuat kemampuan organisasi. Dalam lingkungan yang inklusif, individu memiliki rasa memiliki dan keinginan untuk mengeluarkan potensi mereka sepenuhnya. Keragaman adalah fakta dan Inklusi adalah sebuah tindakan!” katanya.

Mewakili para pemimpin perempuan di Pemerintah AS, Acting U.S. Consul General Angie Mizeur menekankan bahwa pemberdayaan dimulai dengan akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas. Mizeur menyoroti program-program pemerintah A.S., seperti EducationUSA dan MyAmerica Surabaya, yang membantu siswa Indonesia dengan akses ke pendidikan tinggi AS dan teknologi inovatif.

“Kami ingin membantu lebih banyak siswa Indonesia mencapai tujuan mereka untuk memperoleh pendidikan dan keterampilan hidup yang akan membantu mereka berhasil di dunia global yang kompetitif saat ini,” katanya

Amerika Serikat adalah pemimpin dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta hak-hak perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Masyarakat yang memberdayakan perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan sipil dan ekonomi lebih sejahtera dan damai.

Selama Bulan Sejarah Wanita Internasional, Konsulat Jenderal AS di Surabaya menjadi tuan rumah acara yang menyoroti wanita Indonesia yang telah menunjukkan keberanian dan kepemimpinan luar biasa. Ini adalah salah satu contoh dari menjalin kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia dan menunjukkan komitmen kami untuk memberdayakan perempuan di Indonesia. (q cox, tama Dinie)

Reply