Perpusda Sidoarjo Lebih Millenial, Baca Buku Sambil Ngopi

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Perpustakaan yang selama ini diketahui sebagai tempat baca berisikan sumber-sumber buku pengetahuan terkesan serius dan kaku serta hening tanpa boleh pengunjung bersuara keras, dianggap perlu ada paradigma dengan mengikuti perkembangan gaya hidup anak muda kekinian.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo mencoba merubah perpusda (Perpustakaan Daerah) lebih nyaman dan menyenangkan, dengan desain kekinian dilengkapi iringan music, guna menarik minat pembaca masyarakat.

Buku yang disusun rapi di kafe baca, dirasa bisa memancing minat baca pengunjung. Nongkrong ngopi yang seakan sudah menjadi rutinitas sebagian besar masyarakat Sidoarjo pada umumnya nantinya paling tidak akan meluangkan sejenak waktunya untuk membaca sejumlah buku yang di pajang didalam Cafe Baca.

Bertempat di Lantai dua Gedung Bolam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Cafe baca dan Kantin Perpustakaan diresmikan sudah resmi dibuka oleh Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Rabu (04/03/2020). Turut hadir Ketua DPRD Sidoarjo M. Usman, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Toni Sugianto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo Drs. Medi Yulianto serta Seluruh OPD Kabupaten Sidoarjo.

“Dengan desain kekinian perpustakaan daerah kita lengkapi dengan iringan musik guna menambah minat pembaca masyarakat,” Kata Kadis Perpus dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo Drs. Medi Yulianto dilokasi.

Dikatakan Medi, ditengah-tengah perkembangan modern perpustakaan mulai banyak didirikan sebagai suatu ruang, yang tidak hanya menyediakan berbagai koleksi buku-buku, adanya Café baca dan kantin diharap dapat mendekatkan anak muda dengan buku dan mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan.

“Apalagi di sini terdapat Bolam (Bioskop literasi) yang juga bisa dimanfaatkan masyarakat Sidoarjo untuk mengenalkan tentang Sidoarjo secara gratis, setelah menikmati bioskop literasi, kita bisa menghabiskan waktu dengan bekunjung ke cafe sambil membaca buku,” harap Medi Yulianto yang merupakan mantan Kepala Dispendukcapil Sidoarjo tersebut.

Sementara, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengapresiasi adanya Warung baca atau Café baca ini, merupakan Inovasi luar biasa dalam mendukung pelayanan minat baca masyarakat Sidoarjo. Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan adalah suatu yang sangat penting dalam pola hidup bermasyarakat, khususnya generasi muda atau yang disebut kaum millenial untuk mengetahui rekam jejak generasi –generasi dahulu.

“Kalau kearsipan dihilangkan maka kita tidak tahu apa yang sudah dilakukan generasi dahulu, sehingga tidak mengetahui, maka kedepannya juga akan kehilangan arah, karena tidak pernah mempelajari kehidupan generasi dahulu. Kearsipan harus didukung semua pihak, karena mencakup rekam jejak, sehingga generasi yang akan datang bisa melihat bagaimana keadaan dahulu dan menyesuaikan problematika yang akan datang,” Tutur Cak Nur Panggilan akrab Nur Achmad Syaifudin. (q cox, drie)

Reply